
Sains Indonesia – , Jakarta – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio pada Selasa, 1 Juli mengumumkan bahwa Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) secara resmi akan berhenti menyalurkan bantuan luar negeri mulai 1 Juli. Program bantuan tersebut selanjutnya akan dikelola langsung oleh Departemen Luar Negeri.
“Program bantuan luar negeri yang sejalan dengan kebijakan pemerintah — dan yang mendukung kepentingan Amerika — akan dijalankan oleh Departemen Luar Negeri dengan akuntabilitas, strategi, dan efisiensi yang lebih baik,” ujar Rubio dalam pernyataan resminya.
Menurutnya, setiap pejabat publik memiliki kewajiban kepada warga negara Amerika untuk memastikan bahwa program yang mereka danai benar-benar mendukung kepentingan nasional.
Rubio menilai kinerja USAID selama ini jauh di bawah standar, meskipun telah menghabiskan lebih dari US$ 715 miliar (setara Rp 11.606 triliun) selama beberapa dekade.
Ia juga mengkritik USAID karena dianggap menciptakan “kompleks industri LSM berskala global yang dibiayai pajak rakyat” tanpa hasil nyata sejak berakhirnya Perang Dingin.
Rubio menyatakan bahwa tujuan-tujuan pembangunan jarang tercapai, justru sering memperburuk ketidakstabilan, dan meningkatkan sentimen anti-Amerika di berbagai negara. “Era ketidakefisienan yang dilegalkan pemerintah ini kini resmi berakhir,” kata dia.
Langkah tersebut merupakan kelanjutan dari upaya besar-besaran untuk membongkar USAID yang dimulai sejak masa jabatan kedua Presiden Donald Trump. Kala itu, sebagian besar kontrak dibatalkan, ribuan posisi diberhentikan, dan hampir seluruh staf global USAID ditempatkan dalam cuti administratif.
Rubio sebelumnya telah mengumumkan bahwa 83 persen program USAID dibatalkan setelah dilakukan evaluasi selama enam minggu.
USAID mengelola lebih dari US$ 40 miliar (sekitar Rp 649 triliun) dalam anggaran tahun fiskal 2023. Pada bulan lalu, DPR AS menyetujui paket kebijakan yang menarik kembali dana sebesar US$ 8,3 miliar (sekitar Rp 134,6 triliun) dari lembaga tersebut.
Apakah USAID?
USAID (United States Agency for International Development) adalah badan pemerintah Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas penyaluran bantuan luar negeri di bidang pembangunan ekonomi, kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, dan demokrasi ke lebih dari 100 negara di dunia.
USAID didirikan pada tahun 1961 oleh Presiden John F. Kennedy sebagai bagian dari strategi Amerika untuk mendukung pembangunan negara-negara berkembang dan sebagai alat diplomasi menghadapi pengaruh Uni Soviet di era Perang Dingin.
USAID beroperasi secara independen namun tetap berada di bawah koordinasi kebijakan luar negeri AS, khususnya Departemen Luar Negeri. Lembaga ini kerap disebut disebut sebagai instrumen “soft power” Amerika, karena melalui bantuan dan program-programnya, AS dapat memperluas pengaruh, membangun citra positif, dan menjalin kerjasama strategis dengan negara-negara penerima bantuan.
Pilihan Editor: Apa Saja Dampak Perang Iran-Israel Terhadap Ekonomi Indonesia









Leave a Comment