
Sains Indonesia – , Jakarta – Kaget! Donald Trump Sesumbar Bakal Gelar Pertemuan Penting Soal Nuklir dengan Iran Minggu Depan, Tapi Reaksi Teheran Justru Bikin Bingung! Apa Sebenarnya yang Terjadi?
Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan menyatakan bahwa AS akan segera bertemu dengan Iran untuk membahas potensi kesepakatan nuklir. Klaim ini datang di sela acara NATO pada Rabu, 25 Juni, di mana Trump menyebut pembicaraan itu sudah dalam tahap komunikasi, baik langsung maupun lewat perantara. Namun, ia juga mengakui tidak ada kepastian bahwa negosiasi ini akan membuat Iran menyerahkan ambisi nuklirnya.
Di sisi lain, respons dari Iran justru sangat berbeda. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Kamis, 26 Juni, dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran, menegaskan bahwa Teheran belum membuat keputusan apa pun untuk memulai perundingan nuklir dengan Amerika Serikat. Pernyataan ini jelas-jelas membantah klaim Trump, dan menyoroti adanya kontradiksi mencolok antara kedua belah pihak.
Araghchi juga mengingatkan sejarah kelam diplomasi antara kedua negara. Ia menyebutkan bahwa di masa lalu, ketika Teheran terlibat dalam negosiasi dengan AS, Washington justru mendukung serangan Israel terhadap Iran dan bahkan melancarkan serangan udara langsung ke fasilitas nuklir Iran. “Dalam negosiasi terakhir, mereka mencoba memancing kami untuk menyerahkan hak-hak bangsa kami,” tegas Araghchi. Menurutnya, pengalaman pengkhianatan ini akan sangat memengaruhi keputusan Iran di masa depan terkait perundingan nuklir.
Meskipun demikian, Araghchi menegaskan bahwa jalur diplomasi tidak sepenuhnya buntu. Ia menyatakan masih terus berkomunikasi dengan beberapa menteri luar negeri lainnya, menunjukkan bahwa Iran tetap terbuka terhadap dialog, meski sangat berhati-hati terhadap Amerika Serikat.
Terlebih lagi, terkait klaim Presiden AS Donald Trump tentang rencana pertemuan minggu depan, Araghchi dengan tegas membantahnya. “Belum ada pengaturan apa pun untuk putaran baru pembicaraan tidak langsung dengan AS sejauh ini. Pernyataan mereka penuh dengan kontradiksi,” ucapnya kepada televisi pemerintah Iran.
Perlu diingat, ketegangan ini terjadi tak lama setelah konflik sengit selama 12 hari antara Israel dan Iran yang meletus pada 13 Juni. Konflik tersebut dipicu oleh serangan udara Israel terhadap fasilitas nuklir Iran, yang kemudian dibalas habis-habisan oleh Teheran. Peristiwa berdarah ini menelan korban lebih dari 600 jiwa di Iran dan sekitar 20 orang di Israel. Konflik tersebut akhirnya mereda dengan gencatan senjata yang disponsori Amerika Serikat dan mulai berlaku pada 24 Juni.
Jadi, akankah pertemuan krusial ini benar-benar terjadi, atau hanya sekadar gertakan di meja diplomasi yang panas ini? Bagaimana menurutmu, akankah perdamaian bisa terwujud di tengah ketegangan yang tak kunjung usai ini? Jangan lupa bagikan artikel ini jika kamu merasa informasinya penting!









Leave a Comment