Tragedi KMP Tunu Pratama: Kesaksian Bejo Ungkap Pesimisme Mencekam!

Admin Utama

July 3, 2025

2
Min Read

Bayangkan kengerian ini: sebuah kapal oleng lalu terbalik dalam hitungan menit! Inilah kisah nyata Bejo Santoso, seorang penumpang KMP Tunu Pratama Jaya, yang berhasil lolos dari cengkeraman maut di tengah tragedi yang mengguncang. Bagaimana ia melakukan hal yang nyaris mustahil ini? Kisahnya akan membuat Anda merinding sekaligus terpukau!

Bejo masih ingat betul detik-detik mencekam itu saat ia bersaksi di pos terpadu Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali. “Sekitar tiga menit setelah oleng, kapal sudah terbalik. Saya masih sempat meloncat,” ujarnya, menggambarkan kecepatan musibah yang tak terbayangkan ini. Ia tidak sendirian; Bejo melompat menyelamatkan diri bersama puluhan penumpang lainnya, yang belakangan diketahui banyak yang berhasil selamat juga dari insiden kapal tenggelam tersebut.

Apa rahasia di balik keberanian dan kecepatan Bejo? Ternyata, posisi strategisnya di sisi luar kapal menjadi penentu utama. “Saya bisa segera menjangkau jaket pelampung dan langsung lompat ke laut saat kapal miring dengan ekstrem,” jelas Bejo, yang berasal dari Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi ini. Ia bahkan menyuarakan keprihatinan mendalam bagi penumpang yang terjebak di dalam ruangan. “Kalau penumpang yang berada di dalam ruangan, saya pesimistis mereka bisa keluar, karena kapal itu terbalik dalam hitungan menit,” tambahnya.

Tragedi ini menimpa KMP Tunu Pratama Jaya, kapal milik PT Pasca Dana Sundari yang melayani rute Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Kapal itu karam secara tragis di Selat Bali. Insiden mengerikan ini terjadi pada Rabu (2/7) pukul 23.35 WIB atau Kamis (3/7) pukul 00.35 WITA. Dengan membawa 53 penumpang dan 12 kru, kapal ini diduga kuat karam akibat kebocoran di ruang mesin, yang kemudian menyebabkan kapal terbalik dengan cepat.

Hingga kini, dari total orang di kapal, 31 orang dinyatakan selamat, namun duka mendalam menyelimuti dengan ditemukannya 5 orang tewas, dan 29 orang lainnya masih dalam pencarian. Bejo sendiri harus berjuang menghadapi ganasnya laut, terombang-ambing hingga pukul 06.00 WITA, sebelum akhirnya diselamatkan oleh perahu nelayan yang berpatroli.

Kisah Bejo Santoso ini bukan sekadar cerita tentang sebuah kecelakaan kapal, tapi juga epik tentang keberanian, insting bertahan hidup, dan secercah harapan di tengah badai. Ini adalah pengingat keras akan pentingnya kesiapan dan kecepatan bertindak dalam situasi genting, serta betapa krusialnya fasilitas keselamatan seperti jaket pelampung. Semoga para korban yang hilang segera ditemukan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.

Bagaimana pendapat Anda tentang kisah heroik Bejo dan tragedi KMP Tunu Pratama Jaya ini? Mari berdiskusi di kolom komentar dan jangan lupa bagikan artikel ini agar kesadaran akan keselamatan pelayaran terus meningkat!

Leave a Comment

Related Post