Sains Indonesia – Kabar gembira datang dari Badan Pusat Statistik (BPS)! Tingkat kemiskinan di Indonesia mencapai titik terendah dalam 20 tahun terakhir! Kok bisa? Simak selengkapnya!
BPS baru saja merilis data yang bikin kita semua lega. Hingga akhir triwulan I Maret 2025, persentase tingkat kemiskinan penduduk Indonesia menyentuh angka 8,47 persen atau setara dengan 23,85 juta jiwa.
Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, dengan bangga menyatakan bahwa ini adalah rekor terbaik dalam dua dekade terakhir. “Angka kemiskinan di tahun 2025 ini merupakan terendah selama dua dekade (20 tahun) terakhir,” ujarnya dalam konferensi pers daring.
Data ini diperoleh dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Konsumsi dan Pengeluaran Maret 2025. Survei ini melibatkan 345.000 rumah tangga sebagai sampel, tersebar di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Bayangkan betapa luasnya jangkauan survei ini!
Lantas, apa saja faktor yang membuat kemiskinan bisa ditekan serendah ini?
Penyebab Tingkat Kemiskinan Terendah dalam 20 Tahun
Ateng Hartono menjabarkan beberapa faktor kunci yang berperan dalam penurunan tingkat kemiskinan ini:
1. NTP dan Harga Pangan Nasional
Nilai tukar petani (NTP) pada Februari 2025 mencapai 123,45, ditambah dengan kenaikan harga pangan nasional, menjadi angin segar bagi para petani. Kondisi ini menandakan bahwa harga yang diterima petani lebih tinggi daripada indeks harga yang mereka bayar. Dengan kata lain, daya beli petani meningkat.
Kondisi ini sangat berpengaruh karena masyarakat desa umumnya memiliki akses terhadap pangan dan produksi lokal, sehingga kebutuhan konsumsi minimum mereka lebih terjamin.
2. Lapangan Usaha Pertanian
Sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar dalam peningkatan tenaga kerja. Data BPS mencatat kenaikan dari 40,72 juta orang pada Februari 2024 menjadi 41,6 juta orang pada Februari 2025. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa sektor pertanian semakin menarik dan memberikan peluang kerja bagi banyak orang. Selain pertanian, sektor perdagangan juga mengalami peningkatan tenaga kerja yang signifikan.
Perkembangan Tingkat Kemiskinan Maret 2014 – Maret 2025
Secara umum, tingkat kemiskinan di Indonesia menunjukkan tren penurunan sejak Maret 2014 hingga Maret 2025. Meskipun sempat terjadi lonjakan pada momen-momen tertentu seperti Maret 2015, Maret 2020, September 2020, dan September 2022, namun secara keseluruhan, arahnya positif.
Lonjakan tersebut umumnya disebabkan oleh faktor eksternal seperti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan pandemi Covid-19. Namun, pemulihan ekonomi pasca pandemi turut membantu menurunkan tingkat kemiskinan secara bertahap.
BPS mencatat bahwa tingkat kemiskinan tertinggi terjadi pada Maret 2015 dengan 28,59 juta orang miskin atau 11,22 persen.
Kesimpulan
Penurunan tingkat kemiskinan ke titik terendah dalam 20 tahun terakhir adalah kabar yang menggembirakan. Kombinasi faktor seperti peningkatan NTP, harga pangan yang stabil, dan pertumbuhan sektor pertanian telah berkontribusi positif terhadap perbaikan ekonomi masyarakat. Meskipun tantangan masih ada, tren positif ini memberikan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Bagaimana pendapatmu tentang pencapaian ini? Apa yang bisa kita lakukan untuk terus menekan angka kemiskinan di Indonesia? Yuk, bagikan pendapatmu di kolom komentar dan jangan lupa sebarkan berita baik ini!









Leave a Comment