Sains Indonesia – , Jakarta – Anda tidak akan percaya apa yang baru saja terungkap di persidangan! Buronan paling dicari di kasus suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR, Harun Masiku, ternyata punya masa lalu yang “wow” banget. Siapa sangka, pria yang kini jadi buronan ini pernah menerima beasiswa langsung dari Ratu Elizabeth! Inilah yang konon jadi alasan utama kenapa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sampai ngebet banget memilihnya sebagai kader terbaik untuk menggantikan almarhum Nazaruddin Kiemas.
Fakta mengejutkan ini diungkapkan langsung oleh Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto saat bersaksi di persidangan. Hasto sendiri kini menyandang status terdakwa dalam perkara suap PAW anggota DPR serta kasus perintangan penyidikan yang melilit nama Harun Masiku. Sebuah drama politik yang semakin memanas!
Awal mula kisah ini bergulir ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkit soal pengujian undang-undang atau judicial review yang diajukan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP pada 2019. Kala itu, partai berlambang banteng tersebut mengajukan uji materi ke Mahkamah Agung terkait Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara. Intinya, mereka ingin ada diskresi khusus untuk calon legislatif yang meninggal.
“Ini saya bacakan sesuai dengan putusan ya. Jadi di putusan Mahkamah Agung itu menyatakan ‘perolehan suara calon anggota legislatif yang meninggal dunia untuk pemilihan anggota DPR dan DPRD dengan perolehan suara terbanyak, seharusnya menjadi kewenangan diskresi dari pimpinan partai politik untuk menentukan kadar terbaik sebagai anggota legislatif yang akan menggantikan calon anggota legislatif yang meninggal dunia tersebut, dengan tetap memperhatikan peraturan perundang-undangan‘. Betul ya?” tanya JPU di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Kamis, 26 Juni 2025. Hasto pun mengiyakan.
Jaksa kemudian melanjutkan dengan pertanyaan krusial: “Setelah putusan Mahkamah Agung atas permohonan uji material ini diterbitkan, apakah benar kemudian DPP PDIP melaksanakan rapat pleno lagi untuk membahas putusan ini?” Hasto membenarkan. Hasil rapat pleno itu, kata Hasto, adalah memohon kepada Komisi Pemilihan Umum agar melaksanakan hasil judicial review Mahkamah Agung. Dan yang paling mengejutkan, DPP PDIP juga menetapkan Harun Masiku sebagai anggota legislatif pengganti Nazaruddin Kiemas yang telah wafat.
“Jadi keputusan pimpinan partai politik pada waktu itu menentukan kader terbaik itu adalah Harun Masiku?” cecar Jaksa. “Betul,” jawab Hasto tegas. Pertanyaan lanjutan pun muncul, mengingat Harun Masiku adalah caleg nomor enam dari delapan caleg di dapil Sumsel I. “Kenapa Harun Masiku yang ditetapkan sebagai kader terbaik dari PDIP untuk menerima perolehan suara dari Bapak Nazaruddin Kiemas?”
Di sinilah rahasia Harun Masiku terkuak. Hasto menjelaskan, PDIP memiliki pusat database caleg. Setelah putusan judicial review memberikan diskresi, mereka menelusuri data caleg-caleg yang ada. “Kemudian ketika biodata dari saudara Harun Masiku, di situ tertulis bahwa dia mendapatkan beasiswa dari Ratu Elizabeth,” beber Hasto. Bukan hanya itu, Harun Masiku juga disebut ahli dalam bidang international economic of law, keahlian yang sangat dibutuhkan oleh partai, menurut Hasto.
“Sehingga dua pertimbangan itulah, setelah melihat dengan calon-calon lain, dia didatakan untuk menerima pelimpahan suara dari Bapak Nazaruddin Kiemas,” tutup Hasto Kristiyanto. Hingga kini, Hasto sendiri didakwa melanggar Pasal 21 dan Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 65 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Pidana (KUHP) dan Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.
Jadi, terungkap sudah latar belakang mengejutkan yang membuat Harun Masiku terpilih sebagai pengganti. Dari buronan kasus suap PAW hingga penerima beasiswa Ratu Elizabeth, perjalanan hidup Harun Masiku memang penuh misteri dan intrik. Apa pendapat Anda tentang pengakuan Hasto ini? Apakah beasiswa bergengsi tersebut benar-benar jadi penentu utama? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar dan mari kita diskusikan! Jangan lupa sebarkan artikel ini agar lebih banyak yang tahu fakta menarik ini!









Leave a Comment