Rio de Janeiro gempar! Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru saja membuat pernyataan berani dan mengejutkan di ajang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025. Di tengah sorotan dunia, Prabowo tegas menolak perang dan standar ganda, menyerukan perubahan besar dalam tata kelola global. Kira-kira, apa lagi manuver Prabowo yang bakal mengguncang panggung internasional?
Dalam sesi pleno yang berlangsung di Museum of Modern Art (MAM), Brasil, pada Minggu (6/7) lalu, Prabowo tak segan menyoroti isu-isu krusial. Tema pertemuan “Strengthening Global South Cooperation for More Inclusive and Sustainable Governance” menjadi panggung sempurna bagi sang Presiden. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Prabowo sangat jelas menolak agresi dan praktik standar ganda yang sering terjadi. Tak hanya itu, ia juga lantang menyuarakan reformasi multilateral dan mendesak keterwakilan Global South yang lebih adil dalam institusi raksasa seperti PBB. Sebuah sinyal kuat bahwa BRICS harus menjadi motor penggerak kepemimpinan multilateral yang lebih setara!
Lebih jauh, Airlangga membocorkan bahwa Prabowo juga membawa ‘Bandung Spirit‘ ke dalam forum BRICS. Ini bukan sekadar nostalgia, melainkan seruan untuk kembali memperjuangkan nasib negara-negara berkembang dan tentu saja, dukungan tak tergoyahkan bagi kemerdekaan Palestina. Prabowo melihat BRICS sebagai kekuatan penyeimbang yang vital, mampu menyuarakan kepentingan negara-negara global south secara konsisten dan adil. Bukankah ini langkah berani untuk mengingatkan kembali sejarah perjuangan Asia-Afrika?
Wakil Menteri Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, yang akrab disapa Tata, turut menambahkan pandangannya. Menurutnya, sebagian besar pemimpin negara anggota BRICS sepakat bahwa situasi global saat ini semakin tidak menentu. Hal ini mendesak BRICS untuk mengambil peran kepemimpinan bagi global south, mendorong reformasi sistem multilateral secara menyeluruh. Sebuah langkah krusial di tengah gejolak dunia!
Tata menegaskan, konsolidasi negara-negara global south adalah kunci utama untuk menjaga stabilitas internasional dan menciptakan ruang pembangunan yang kondusif bagi negara-negara berkembang. Indonesia, melalui Prabowo, dengan bangga menyatakan dukungan penuh terhadap upaya reformasi global ini dan menyambut baik solidaritas yang terjalin antaranggota BRICS. Tujuannya jelas: menciptakan sistem dunia yang lebih inklusif dan berimbang. Intinya, semangat BRICS adalah untuk berkontribusi mendorong perubahan dan penguatan sistem multilateral itu sendiri!
Tampaknya, Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo tak hanya sekadar hadir di forum internasional, tapi juga menjadi suara lantang yang menuntut keadilan global dan memperjuangkan kepentingan negara berkembang. Langkah ini bisa jadi awal perubahan besar dalam tata kelola dunia. Bagaimana pendapat Anda? Apakah langkah Prabowo di KTT BRICS 2025 ini akan benar-benar membawa dampak signifikan bagi masa depan Global South dan perdamaian dunia? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar dan jangan lupa sebarkan artikel ini agar semakin banyak yang tercerahkan!









Leave a Comment