STOP! Keracunan Makanan Massal Terjadi Lagi? Dasco Ungkap Fakta Mengejutkan!

Admin Utama

July 28, 2025

3
Min Read

Makan Bergizi Gratis Jadi Petaka? DPR Geram Kasus Keracunan Massal Terus Berulang!

JAKARTA, KOMPAS.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang bisa jadi solusi masalah gizi anak bangsa, malah tercoreng oleh kasus keracunan massal! Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad nggak tinggal diam. Ia mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk turun tangan langsung, melakukan supervisi ketat dalam pelaksanaan program MBG ini. Jangan sampai deh, niat baik berakhir jadi petaka buat anak-anak kita.

Dasco menekankan pentingnya pengawasan lapangan oleh BGN. “Mereka punya tenaga ahli untuk cek kualitas makanan, distribusinya gimana, bahkan sampai urusan pembayaran dari MBG ke dapur,” tegas Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (28/7/2025).

Dasco Minta BGN Pastikan Kasus Keracunan Massal MBG Nggak Terulang Lagi

Bayangin aja, baru-baru ini sekitar 200 siswa di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) jadi korban keracunan MBG. BGN sebagai pihak yang bertanggung jawab, harus memastikan kejadian kayak gini nggak keulang lagi! Dasco dengan nada prihatin berkata, “Kita harapkan kejadian-kejadian seperti itu tidak terulang.”

BGN Diminta Nggak Ragu Cabut Izin SPPG yang Lalai, Kualitas MBG Harga Mati!

Nggak cuma Dasco, Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh juga angkat bicara. Ia mendesak BGN untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mitra penyedia MBG. “Kami mendesak BGN melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mitra penyedia makanan. Cek semua daerah, jangan nunggu kejadian serupa terjadi! Ini soal keselamatan dan masa depan anak-anak kita,” ujarnya dengan nada tinggi, Sabtu (26/7/2025).

Nihayatul juga meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus keracunan di NTT. Menurutnya, kejadian ini sangat memprihatinkan dan mencoreng misi besar pemerintah dalam program MBG.

“Jangan sampai program baik pemerintah tercoreng hanya karena kelalaian dalam pemilihan dan pengawasan menu makanan. Memberikan makanan sembarangan kepada siswa adalah bentuk pengabaian terhadap masa depan generasi bangsa!” tegasnya.

Keracunan MBG di NTT: Lebih dari Sekadar Angka

Kita semua pasti miris denger berita ini. Sebanyak 111 siswa SMP Negeri 8 Kota Kupang, NTT, terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah menyantap MBG, Selasa (22/7/2025). Jumlah korban terus bertambah, sampai 130 orang!

Tragisnya, kejadian serupa juga menimpa 13 murid SD Negeri Tenau Kota Kupang dan dua siswa SMA Negeri 1 Taebenu, Kabupaten Kupang. Nggak cuma itu, 75 siswa SMA dan SMK di Kabupaten Sumba Barat Daya juga harus dirawat di rumah sakit akibat keracunan.

220 Pelajar di NTT Keracunan MBG, Ombudsman: Dapur Pengolahan Harus Bisa Diakses Publik!

Menanggapi kasus keracunan yang memilukan ini, Kepala BGN Dadan Hindayana berjanji akan segera mengecek penyebabnya. “Sedang dicek detail penyebabnya. Iya betul (SPPG selalu diberi pelatihan),” kata Dadan saat dihubungi Kompas.com, Rabu (22/7/2025).

Evaluasi Penyedia Makanan: Kunci Utama Cegah Tragedi Berulang

Intinya, pengawasan ketat dan evaluasi menyeluruh terhadap penyedia makanan adalah kunci utama untuk mencegah tragedi keracunan MBG terulang kembali. BGN harus bertindak cepat dan tegas!

Semoga kejadian ini jadi pelajaran berharga buat semua pihak. Jangan sampai program yang seharusnya memberikan manfaat, malah jadi bumerang yang membahayakan generasi penerus bangsa.

Gimana menurut kamu? Apakah pengawasan yang ada sudah cukup ketat? Share pendapatmu di kolom komentar, dan jangan lupa share artikel ini ke teman-temanmu supaya makin banyak yang peduli!

Leave a Comment

Related Post