
Sains Indonesia – Jakarta – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jakarta 2025: Drama Dimulai! Situs Error, Orang Tua Kebingungan, Jual Beli Kursi Mengintai?
Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jakarta sudah dimulai sejak 16 Juni 2025. Dinas Pendidikan DKI Jakarta baru membuka tiga jalur: prestasi, afirmasi, dan mutasi. Sementara, jalur domisili baru dibuka akhir Juni. Jadi, buat yang nilainya kurang, siap-siap rebutan di jalur prestasi! Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja Gah, sudah wanti-wanti soal ini.
Tapi, namanya juga PPDB, pasti ada drama. Dari hari pertama, masalah sudah berdatangan. Situs pendaftaran error, data siswa invalid, dan orang tua panik menghadapi sistem baru. Ini dia serba-serbi SPMB Jakarta yang bikin geleng-geleng kepala.
Situs SPMB Jakarta Error di Hari Pertama: Bikin Emosi!
Instagram Dinas Pendidikan DKI Jakarta langsung diserbu keluhan. Situs SPMB error dan lemot jadi trending topic. Banyak yang bilang akunnya mental-mental terus. Diduga, ini gara-gara pendaftar yang membludak.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Jakarta, Sarjoko, mengakui masalah ini. Katanya, per pukul 11.00 WIB, situs sudah menerima lebih dari 130 ribu pendaftar dari berbagai jenjang. “Lonjakan trafik bikin akses terganggu. Kami mohon maaf,” ujarnya pada Senin, 16 Juni 2025. Minta maaf doang, nih?
Petugas Posko Pengaduan Kewalahan: 200 Keluhan Per Hari!
Posko pengaduan SPMB 2025 kebanjiran keluhan. Lebih dari 200 keluhan setiap hari! Sunaryanto, salah satu petugas, bilang masalah utama adalah perubahan data kartu keluarga (KK).
“Banyak yang data KK-nya sudah berubah. Anak bertambah, atau sudah pindah. Kalau data diinput tidak sesuai, sistem menolak,” jelasnya di posko pengaduan SPMB Jakarta Barat, SMAN 78 Kemanggisan, Jakarta Barat, Rabu, 18 Juni 2025. Ribet banget, ya?
Invaliditas Data Siswa: Salah Input NIK, Fatal Akibatnya!
Selain masalah sistem, kesalahan input data juga bikin pusing. Typo nama, salah tanggal lahir, bahkan salah NIK! Sunar bilang, kalau NIK salah, akibatnya bisa fatal.
Dia cerita, ada wali murid yang salah input satu angka di NIK. Akibatnya, NIK itu jadi milik orang lain. “Kasihan yang punya NIK asli. Jadi, semua harus diubah. Saya harus urus ke sana ke mari,” tuturnya. Aduh, teliti dong!
Orang Tua Kewalahan dengan Sistem Daring: Gaptek Detected!
Fera, 40 tahun, kebingungan saat datang ke posko aduan SPMB Jakarta Selatan di SMAN 70, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin 16 Juni 2025. Dia baru punya akun pendaftaran dan memverifikasinya pada Sabtu, 14 Juni 2025.
“Saya enggak tahu caranya bagaimana. Saya datang ke posko, minta tolong karena enggak tahu apa-apa. Akhirnya dibantu petugas,” ucapnya.
Di posko aduan, suasana memang ramai. Orang tua antre minta bantuan soal mekanisme pendaftaran dan verifikasi data. Sosialisasi kurang, nih?
JPPI: Sosialisasi Tidak Maksimal, Jual Beli Kursi Mengintai!
Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, juga menerima banyak aduan serupa. Katanya, banyak orang tua yang tidak tersosialisasi dengan baik. “Sekarang pendaftaran online, tapi orang tua masih banyak yang antre di sekolah sejak subuh,” ujarnya.
Ubaid menduga, praktik jual beli kursi akan tetap terjadi. “JPPI memprediksi, pungli dan jual beli kursi tambah marah, bukan malah mereda, sebab tidak ada solusi yang jelas dari pemda terkait dengan daya tampung yang sangat minim di sekolah-sekolah negeri,” kata dia. Waduh, jangan sampai kejadian, deh!
Kesimpulan: PPDB Jakarta, Antara Harapan dan Kekecewaan?
PPDB Jakarta 2025 penuh drama. Situs error, data invalid, orang tua kebingungan, dan isu jual beli kursi menghantui. Pemerintah harus lebih serius menangani masalah ini. Jangan sampai pendidikan jadi ajang bisnis!
Bagaimana menurutmu? Apakah kamu punya pengalaman pahit saat mendaftar sekolah? Share pengalamanmu di kolom komentar dan jangan lupa bagikan artikel ini ke teman-temanmu!









Leave a Comment