SPMB 2023: Aduan Menggunung! JCW Banjir Keluhan Sepekan Setelah Dibuka!

Admin Utama

June 18, 2025

3
Min Read

Skandal SPMB 2025/2026 Jogja: 10 Aduan Masuk, Server Down Hingga Manipulasi Data!

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) atau SPMB tahun ajaran 2025/2026 di Yogyakarta ternyata menyimpan sejumlah kejanggalan. Jogja Corruption Watch (JCW) dibanjiri aduan! Sejak membuka kanal pengaduan sepekan lalu, sudah ada 10 laporan kasus yang masuk dari berbagai wilayah DIY. Apa saja masalahnya? Simak selengkapnya!

Salah satu masalah terbesar yang dilaporkan adalah server down pada jalur afirmasi. Ini bukan hal baru, lho! Kejadian serupa ternyata juga sering terjadi di tahun-tahun sebelumnya. JCW berharap Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY bisa segera mengatasi masalah ini, terutama menjelang hari pertama pengajuan akun dan aktivasi token/pin untuk SMA pada tanggal 18 Juni 2025.

Selain server error, masalah Kartu Keluarga (KK) juga menjadi sorotan. Bayangkan, ada warga yang sudah pindah KK dari Yogyakarta ke Purwokerto tujuh tahun lalu, tetapi masih terdaftar di alamat lama saat mendaftar SPMB jalur mutasi! JCW menyarankan agar hal ini segera diurus di Kantor Disdukcapil Kota Yogyakarta, dan untungnya, masalah ini relatif mudah diatasi.

Namun, ada masalah yang lebih rumit: penambahan nilai prestasi. Banyak orang tua dan siswa mengaku bingung dengan mekanismenya. JCW mendesak Disdikpora DIY untuk melakukan sosialisasi secara besar-besaran terkait SPMB, baik untuk jenjang SMP maupun SMA/SMK Negeri. Sosialisasi yang masif dan transparan sangat dibutuhkan untuk mencegah kesalahpahaman dan kecurangan.

JCW Buka Posko Pengaduan!

Jangan diam saja! JCW masih membuka posko pengaduan SPMB untuk jenjang SMP hingga SMA/SMK Negeri hingga calon siswa diterima di sekolah tujuan. Jika Anda menemukan kecurangan dengan bukti yang kuat, laporkan segera melalui WA 0821 3832 0677. Kerahasiaan identitas pelapor dijamin.

JCW mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi proses SPMB, terutama di sekolah-sekolah negeri favorit. Aduan yang masuk akan diteruskan ke pihak terkait. Jika ditemukan manipulasi data seperti manipulasi KK, manipulasi jarak zonasi, atau manipulasi data kemiskinan, calon siswa yang terbukti curang akan direkomendasikan untuk didiskualifikasi.

Tanggapan Resmi Disdikpora DIY

Menanggapi laporan tersebut, Kepala Disdikpora DIY, Suhirman, menjelaskan bahwa gangguan server hanya berlangsung singkat dan telah teratasi. Sementara itu, masalah ketidaksesuaian data KK disebabkan oleh perbedaan dokumen yang dilampirkan. Terkait penambahan nilai prestasi, ia menegaskan bahwa mekanisme yang diterapkan sudah sesuai pedoman dan peserta yang merasa kurang sesuai bisa berkonsultasi langsung.

Kesimpulan: Transparansi dan Pengawasan Tetap Kunci!

Kasus-kasus yang dilaporkan kepada JCW ini menunjukkan betapa pentingnya transparansi dan pengawasan ketat dalam proses SPMB. Jangan biarkan kecurangan merajalela! Berbagi informasi ini agar semakin banyak orang yang ikut mengawasi dan memastikan proses SPMB berjalan adil dan transparan.

Apa pendapat Anda tentang masalah SPMB di Jogja ini? Berikan komentar dan bagikan artikel ini agar semakin banyak yang tahu!

Leave a Comment

Related Post