Rupiah TERJUN BEBAS! Perang Iran-Israel Bikin Dompet Menjerit? Cek Prediksi Hari Ini!

Admin Utama

June 18, 2025

3
Min Read

Sains Indonesia – , Jakarta – Waspada! Nilai tukar rupiah kembali lunglai di hadapan dolar Amerika Serikat. Bukan isapan jempol, perang yang membara antara Iran dan Israel ternyata jadi biang keladi utama di balik melemahnya mata uang kita! Ini bukan sekadar berita, ini adalah gambaran nyata bagaimana gejolak global menghantam dompet kita semua.

Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, tanpa tedeng aling-aling, blak-blakan menyebut bahwa konflik di Timur Tengah itu adalah faktor dominan. “Pagi ini saja, indeks dolar AS sudah melonjak gila-gilaan dari 98,20 ke 98,77. Ini jelas efek domino dari perang Iran-Israel yang belum juga reda, apalagi dengan intervensi AS yang makin gencar membantu Israel,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu, 18 Juni 2025.

Tapi tunggu dulu, ada secercah harapan dari Negeri Paman Sam! Pasar keuangan kini sedang menanti-nanti hasil rapat moneter Federal Reserve atau The Fed. Banyak yang berekspektasi The Fed bakal mengambil langkah “dovish” atau melonggarkan kebijakan moneternya di masa depan. Kenapa begitu? Karena ekonomi AS sendiri sedang terseok-seok, memicu spekulasi pelaku pasar. “Kalau skenario ini benar-benar terjadi, dolar AS malah bisa kelabakan,” tambahnya, memberi angin segar.

Melihat dua kutub kekuatan yang saling tarik-menarik ini, dolar AS diprediksi tidak akan bisa terlalu pongah hari ini. Sentimen dari The Fed diharapkan mampu menahan laju penguatan dolar AS. Namun, siap-siap! Ada potensi pelemahan nilai tukar rupiah yang bisa menyentuh angka Rp 16.300 per dolar AS, dengan batas dukungan di kisaran Rp 16.250. Angka ini patut dicermati bagi kamu yang punya rencana keuangan atau investasi.

Bagaimana dengan kebijakan dalam negeri? Ariston memprediksi keputusan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan hari ini kemungkinan besar akan tetap. “Apalagi sekarang ada perang baru, sangat kecil kemungkinannya suku bunga dipangkas,” tegasnya. Stabilitas suku bunga ini bisa jadi sinyal BI untuk menjaga kondisi ekonomi tetap aman di tengah ketidakpastian.

Faktanya, pada pembukaan perdagangan Rabu pagi di Jakarta, nilai tukar rupiah sudah langsung “lunglai” sebesar 13 poin atau 0,08 persen. Dari sebelumnya Rp 16.290 per dolar AS, kini rupiah sudah bertengger di posisi Rp 16.303 per dolar AS. Sebuah awal hari yang cukup berat bagi rupiah.

Situasi nilai tukar rupiah ini memang sedang rumit, terjepit antara gejolak global dan harapan dari kebijakan The Fed, serta diimbangi oleh keputusan suku bunga domestik. Kita semua merasakan dampaknya, langsung maupun tidak langsung. Jadi, bagaimana menurut kamu, apakah rupiah kita akan terus tertekan atau ada keajaiban yang bisa membuatnya bangkit kembali? Bagikan pandanganmu di kolom komentar dan mari diskusikan lebih lanjut, jangan lupa bagikan artikel ini agar lebih banyak yang tahu!

Leave a Comment

Related Post