Rupiah Melemah Imbas Ancaman Tarif Trump terhadap UE dan Meksiko

Admin Utama

July 14, 2025

3
Min Read

Siapa sangka, nilai tukar rupiah kita mendadak terkapar di awal pekan ini! Bukan karena masalah internal, tapi ulah ‘si bos’ Amerika Serikat, Donald Trump, yang kembali bikin geger dengan ancaman tarif dagang barunya. Dampak domino dari manuver agresif ini ternyata langsung terasa sampai ke pasar keuangan di Jakarta. Penasaran kenapa dolar AS juga ikut goyah? Simak terus!

Menurut analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, pelemahan kurs rupiah ini memang dipicu oleh ancaman tarif dari Presiden AS, Donald Trump, yang menyasar Uni Eropa (UE) dan Meksiko. Namun, Lukman meyakini pelemahan rupiah ini akan terbatas. “Walaupun perkembangan negatif pada kebijakan tarif tidak mendukung rupiah, dampaknya juga menekan dolar,” ujarnya santai di Jakarta, Senin (14/7/2025).

Ternyata, AS berencana mengenakan tarif sebesar 30 persen terhadap produk asal UE dan Meksiko. Ini bukan isapan jempol, Trump bahkan mengirimkan dua surat terpisah kepada Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, dan Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, yang secara resmi mengumumkan tarif impor 30 persen pada barang-barang dari kedua kawasan tersebut. Gila, kan? Trump bahkan mengancam akan menambah besaran tarif jika UE atau Meksiko berani membalas!

Dalam suratnya kepada Sheinbaum, Trump memang mengakui upaya Meksiko dalam menekan arus migran ilegal dan fentanil ke AS. Tapi, ia tetap mengkritik Meksiko belum cukup bertindak dalam pencegahan perdagangan narkoba di kawasan Amerika Utara. Sementara itu, terkait UE, Trump menilai AS sudah mengalami defisit perdagangan selama bertahun-tahun karena kebijakan tarif, non-tarif, serta hambatan perdagangan yang diterapkan blok tersebut. Ini jelas bikin rumit upaya penyelesaian kesepakatan perdagangan komprehensif antara AS dan UE yang mestinya rampung bulan ini.

Pekerja menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta. – (ANTARA/Dhemas Reviyanto)

Lalu bagaimana dengan nasib Indonesia di tengah pusaran perang tarif ini? Lukman Leong mengungkapkan, hasil negosiasi tarif antara Indonesia dan AS sendiri belum memberikan dampak signifikan terhadap penguatan rupiah. “Penundaan bukanlah kepastian, jadi masih belum terlalu positif, mengingat Trump semakin agresif belakangan ini,” kata dia, menyiratkan bahwa kita belum bisa bernapas lega.

Untungnya, ada kabar baik dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Beliau berhasil memastikan bahwa penerapan kebijakan tarif resiprokal 32 persen untuk produk asal Indonesia yang diumumkan Trump akhirnya ditunda! Keputusan ini adalah hasil pertemuan krusial antara Airlangga dengan Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, serta Kepala Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR), Jamieson Greer, di Washington D.C. pada Rabu (9/7/2025). Kedua pihak bahkan sepakat untuk melanjutkan proses perundingan selama tiga minggu ke depan. Fyuuh, setidaknya rencana tarif 32 persen yang seharusnya berlaku 1 Agustus 2025 itu bisa ditunda!

Dengan segala drama global dan negosiasi sengit di dalam negeri, kurs rupiah diprediksi akan bergerak pada kisaran Rp 16.150 hingga Rp 16.300 per dolar AS. Pada pembukaan perdagangan Senin pagi ini di Jakarta, nilai tukar rupiah memang sudah melemah tipis 4 poin atau 0,02 persen, mencapai Rp 16.222 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp 16.218 per dolar AS.

Jadi, drama tarif dagang Donald Trump memang bikin geger dunia, dan tentu saja, berdampak pada ekonomi Indonesia serta nilai tukar rupiah kita. Meski ada secercah harapan dari penundaan tarif untuk produk Indonesia, pasar tetap harus waspada. Bagaimana menurutmu, apakah pelemahan rupiah ini akan terus berlanjut atau justru akan berbalik arah? Yuk, bagikan pendapatmu di kolom komentar dan jangan ragu untuk berbagi artikel ini agar lebih banyak orang memahami gejolak pasar keuangan global yang mendebarkan ini!

Leave a Comment

Related Post