
Sains Indonesia – Iran nekat! Rudal hipersonik Fattah-1 mereka meluncur ke Israel! Serangan dadakan ini terjadi beberapa jam setelah Donald Trump melayangkan ultimatum penyerahan tanpa syarat kepada Iran. Benarkah pertahanan udara Israel berhasil ditembus? Simak fakta mengejutkannya!
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dengan bangga mengumumkan keberhasilan serangan rudal hipersonik Fattah-1 mereka. Klaim mereka? Sistem pertahanan udara Israel berhasil dilumpuhkan! Sebelumnya, Iran bahkan sempat memperingatkan warga Tel Aviv untuk bersiap-siap menghadapi serangan. IRGC menyebutnya sebagai “Gelombang ke-11 Operation True Promise 3,” sebuah operasi yang sukses menggunakan rudal Fattah-1.
Kecepatan Supersonik dan Manuver Mematikan
Rudal ini melaju dengan kecepatan lebih dari lima kali kecepatan suara dan mampu bermanuver di udara, membuatnya seperti hantu yang sulit dideteksi dan dihentikan. Bayangkan kecepatannya: sekitar 6.100 km per jam! Ini yang membuat Fattah-1 begitu berbahaya.
Jangkauan Fattah-1: Seberapa Jauh Ancamannya?
Pertanyaan besarnya: seberapa jauh jangkauan rudal Fattah-1 ini? Menurut Iran Watch dari Firstpost, jangkauannya mencapai 1.400 kilometer. Bandingkan dengan jarak Teheran-Tel Aviv yang sekitar 1.770 km – hampir sejauh Jakarta-IKN! Apakah ini berarti Teheran dalam jangkauan rudal ini?
Fattah-1: Senjata Rahasia Iran?
Fattah-1, rudal hipersonik pertama Iran, pertama kali diluncurkan pada tahun 2023 oleh Ayatollah Ali Khamenei. Namanya sendiri, “Fattah,” berarti “penyerang” – sebuah pernyataan tegas untuk menerobos pertahanan canggih Israel seperti Iron Dome dan Arrow. Pada peluncurannya, Fattah-1 diklaim mampu mencapai Tel Aviv dalam waktu 400 detik. Serangan 1 Oktober 2024 lalu juga melibatkan rudal ini, tapi serangan kali ini terbilang lebih signifikan.
Pandangan Para Ahli: Benarkah Keberhasilan Iran?
Meskipun Iran mengklaim keberhasilan, beberapa ahli militer meragukannya. Trevor Ball, mantan teknisi persenjataan peledak Angkatan Darat AS, berpendapat Iran akan kehilangan banyak jika benar-benar menggunakan Fattah-1 dalam konflik ini. Risiko kegagalan pun ada, yang justru akan mengungkap kelemahan senjata tersebut kepada Israel.
Kesimpulan: Ancaman Nyata atau Propaganda?
Serangan rudal hipersonik Fattah-1 ke Israel menimbulkan pertanyaan besar: Apakah ini bukti nyata kekuatan militer Iran yang terus berkembang, atau sekadar strategi propaganda untuk meningkatkan tekanan politik? Kecepatan, manuver, dan jangkauan Fattah-1 memang menakutkan, tetapi keraguan para ahli juga patut dipertimbangkan. Apa pendapat Anda?
Bagikan pendapat Anda di kolom komentar dan jangan lupa bagikan artikel ini!









Leave a Comment