Gawat! Perang Thailand-Kamboja Memanas, ASEAN Terancam Pecah? Indonesia Bergerak!
Sains Indonesia, Jakarta – Situasi di perbatasan Thailand dan Kamboja makin mencekam! Baku tembak dan serangan artileri terus berlanjut, memaksa puluhan ribu orang mengungsi. Pertanyaannya, sampai kapan ASEAN cuma jadi penonton?
Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Akbarshah Fikarno, mendesak pemerintah Indonesia untuk turun tangan. Politikus Golkar ini menekankan pentingnya diplomasi dan dialog di bawah payung ASEAN. “Indonesia perlu menggunakan semua forum lain, semua yang kita miliki,” tegas Dave.
Kabar baiknya, Menteri Luar Negeri Sugiono dilaporkan telah berkomunikasi dengan Malaysia, yang saat ini memegang tampuk kepemimpinan ASEAN. Tujuannya jelas: mencari solusi damai! Tapi, mampukah diplomasi menghentikan perang yang sudah menelan banyak korban?
Dave mengakui, menghentikan konflik berkepanjangan ini bukan perkara mudah. Sengketa wilayah yang melibatkan putusan pengadilan setempat menambah rumit masalah. “Kita harus mendorong ini ke ruang diskusi diplomasi,” ujarnya.
Data dari Kementerian Pertahanan Kamboja menyebutkan, korban tewas telah mencapai 13 orang, termasuk lima tentara dan delapan warga sipil. Lebih dari 35.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Bayangkan, betapa mengerikannya hidup di tengah konflik bersenjata!
Senada dengan Dave, Wakil Ketua Komisi I dari PKS, Sukamta, memperingatkan potensi gangguan stabilitas kawasan ASEAN akibat perang ini. Meskipun Indonesia tidak terdampak langsung, Sukamta khawatir konflik yang membesar dapat memicu kerentanan, seperti arus pengungsi dan perdagangan senjata ilegal.
Sukamta berharap Indonesia aktif menjembatani proses perdamaian, memanfaatkan hubungan baik dengan Thailand dan Kamboja. “Hubungan baik antara Indonesia dengan kedua negara dapat digunakan untuk menjembatani proses perdamaian,” katanya.
Sayangnya, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah terkait upaya konkret mendorong dialog. Kementerian Luar Negeri RI hanya menyatakan terus memantau perkembangan di perbatasan dan meyakini kedua negara akan menempuh cara-cara damai sesuai prinsip ASEAN.
“Pemerintah Republik Indonesia juga memantau keselamatan dan kesejahteraan warga negaranya yang tinggal di wilayah terdampak,” tulis Kemlu di akun X mereka.
Lantas, apa yang bisa kita harapkan dari Indonesia? Mampukah diplomasi mengalahkan dentuman meriam? Ataukah ASEAN hanya akan menjadi saksi bisu dari tragedi kemanusiaan di depan mata?
Hendrik Yaputra berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Perang Thailand-Kamboja ini bukan cuma masalah mereka, ini ujian bagi solidaritas ASEAN! Bagaimana pendapatmu? Apakah Indonesia sudah cukup proaktif? Yuk, bagikan komentarmu dan jangan lupa share artikel ini ke teman-temanmu!









Leave a Comment