
JAKARTA, KOMPAS.TV – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan membangun ulang rumah korban terdampak kebakakaran di Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan (Jaksel), melalui program bedah rumah.
Hal itu disampaikannya usai mengunjungi tenda pengungsian para korban terdampak, Minggu (20/7/2025).
“Saya mendapat informasi rumah terdampak, Insyaallah kita akan bedah rumah,” ujarnya.
BREAKING NEWS! Rumah Warga di Tebet Kebakaran, 4 Orang Tewas
Meski demikian, pria yang akrab disapa Bang Doel ini menyampaikan, bantuan renovasi rumah tersebut belum dapat dilakukan, mengingat masih terpasangnya garis polisi di bangunan yang terdampak.
“Tapi tentu saja bedah rumah baru dilakukan apabila memang garis polisi sudah tercabut, karena kan sekarang ini istilahnya masih pemeriksaan polisi,” jelasnya.
Ia melanjutkan, Pemprov DKI juga membuka opsi bagi warga yang ingin tinggal di rumah susun atau rusun sebagai alternatif hunian.
“Kalau memang ada warga yang ingin direlokasi ke rusun, kita sudah menyiapkannya. Beberapa rusun memang disediakan untuk mengantisipasi kondisi seperti ini,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta akan memberikan santunan bagi keluarga korban tewas akibat musibah tersebut.
Meski demikian, ia enggan mengungkapkan jumlah santunan yang diberikan kepada keluarga korban meninggal dunia.
“Keluarga yang mengalami nahas dua anak yang meninggal, kita berikan santunan. Kemudian, keluarga yang anak yang meninggal, satu orang juga kita berikan santunan,” ungkapnya.
Kebakaran diduga karena korsleting listrik
Kebakaran terjadi di Kelurahan Bukit Duri, Tebet terjadi pada Sabtu (19/7/2025) pagi.
Rano Karno menyebut, kebakaran itu terjadi diduga akibat korsleting listrik.
“Api diperkirakan berasal dari percikan api akibat korsleting listrik di sebuah kamar kos kosong,” ucapnya.
Ia menuturkan kebakaran tersebut mengakibatkan tiga bangunan hangus dan berdampak pada 10 kepala keluarga.
Terdapat dua korban luka dan emparlt korban jiwa.
Dua korban jiwa di antaranya adalah anak balita dan dua lainnya adalah siswa sekolag dasar.
Sementara itu, menurutnya terdapat 25 korban selamat yang mengungsi di tenda pengungsian.
Terhadap korban yang mengungsi itu, ia memastikan pihaknya telah menyalurkan sejumlah bantuan darurat.
“Kita menyediakan semua sarana yang kami anggap cukup untuk mendukung kelanjutan kehidupan di sekitar ini. Selain tenda, Pemprov DKI juga memberikan dukungan lainnya seperti sembako, paket alat mandi, paket keperluan anak sekolah, dan makanan siap saji,” jelasnya.
Cerita Saksi Mata Kebakaran di Tebet Jaksel: Saya Lihat Ibu-Ibu Loncat dari Lantai Dua









Leave a Comment