
Sains Indonesia – Jakarta – Proyek Gila-Gilaan Prabowo: Tembok Laut Raksasa 500 KM! Rp 164 Triliun Ludes?! Gubernur DKI Ngumpet?
Presiden Prabowo Subianto kembali bikin heboh! Proyek ambisiusnya, tanggul laut raksasa sepanjang 500 kilometer dari Banten hingga Gresik, kembali mencuat. Bayangkan, tembok beton sepanjang Pulau Jawa! Biayanya? 80 miliar dolar AS atau sekitar Rp 164 triliun! Gila atau memang solusi nyata untuk Jakarta dan Pantura yang terancam tenggelam?
Dalam penutupan International Conference on Infrastructure (ICI) 2025, Prabowo secara blak-blakan meminta Pemprov DKI Jakarta untuk patungan. Ironisnya, Gubernur DKI Pramono Anung absen! Prabowo sampai berkelakar, “Coba diselidiki kenapa tidak hadir!” Kira-kira, ada apa gerangan?
Proyek Raksasa, Tantangan Raksasa
Ide pembangunan giant sea wall ini sebenarnya sudah bergulir sejak lama. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto pertama kali mengungkapkannya pada Januari 2024. Ancamannya jelas: penurunan permukaan tanah di Pantura mencapai 25 cm per tahun, ditambah kenaikan permukaan air laut hingga 15 cm per tahun! Bayangkan dampaknya pada 50 juta penduduk Pantura, 70 kawasan industri, dan berbagai kawasan ekonomi penting lainnya!
Saat Pilkada Jakarta 2024, para calon gubernur, termasuk Pramono Anung dan Ridwan Kamil, kompak mendukung proyek ini sebagai solusi jangka panjang agar Jakarta tidak tenggelam. Mereka sepakat, kombinasi pompa air dan giant sea wall adalah kunci.
Namun, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono mengakui kendala besar: anggaran! Proyek ini membutuhkan dana fantastis, dan pemerintah harus mencari sumber pendanaan yang kredibel, termasuk investasi dari dalam dan luar negeri.
Setelah terpilih, Pramono Anung kembali menegaskan komitmennya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah DKI Jakarta untuk mewujudkan proyek raksasa ini. Prabowo sendiri telah memastikan akan melibatkan perusahaan asing dari Cina, Jepang, Korea Selatan, Eropa, dan Timur Tengah. Bahkan, ia berencana membentuk Badan Otorita Tanggul Laut Pantai Utara Jawa untuk mengawal proyek ini.
Jakarta dan Semarang Jadi Prioritas
Pemerintah pusat memprioritaskan pembangunan tanggul laut di Jakarta dan Semarang, dua kota yang paling terancam. Prabowo bahkan sudah memerintahkan tim untuk melakukan roadshow dan mencari investor.
Kesimpulan: Mimpi atau Bencana?
Proyek giant sea wall ini memang penuh kontroversi. Anggaran yang fantastis, potensi dampak lingkungan, dan berbagai tantangan teknis menjadi pertimbangan penting. Apakah ini solusi penyelamat atau proyek ambisius yang justru menimbulkan masalah baru? Kita tunggu saja realisasinya.
Bagaimana menurut Anda? Apakah proyek giant sea wall ini layak didukung? Share pendapat Anda di kolom komentar dan jangan lupa share artikel ini!









Leave a Comment