
Sains Indonesia – , Jakarta – Petenis asal Italia, Jannik Sinner, berhasil menjuarai Wimbledon 2025 setelah mengalahkan Carlos Alcaraz di laga final pada Minggu, 13 Juli 2025. Atlet tenis nomor satu dunia ini mengalahkan Alcaraz dengan skor 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.
Dengan raihan tersebut, Jannik Sinner menjadi petenis Italia pertama yang memenangi gelar tunggal Wimbledon. “Rasanya sangat emosional, karena saya mengalami kekalahan yang sangat berat di Paris,” kata Sinner saat upacara penyerahan trofi.
Profil Jannik Sinner
Jannik Sinner mulai bermain tenis sejak usia tiga tahun. Dikutip dari Britannica, ia tumbuh di bagian utara Italia. Kedua orang tuanya, Johann dan Siglinde Sinner, bekerja di industri perhotelan, melayani pemain ski dan pendaki yang sedang berlibur.
Awalnya, ia tertarik dengan olahraga tenis, sepak bola, dan ski. Namun tak lama kemudian ia mengalihkan fokusnya sepenuhnya ke tenis. Pada usia 13 tahun, ia meninggalkan rumah untuk tinggal dan berlatih di akademi tenis di Bordighera.
Berbeda dengan banyak pemain lain yang kemudian memasuki jajaran elit tenis, Sinner memilih untuk tidak mengikuti turnamen grand slam junior mana pun selama karier juniornya dan justru berkompetisi di kompetisi yang lebih rendah.
Karena itu, ia kurang dikenal ketika bergabung dengan tur ATP pada 2018. Meskipun demikian, ia menunjukkan potensinya dengan cepat, memenangkan tiga turnamen di tahun keduanya sebagai pemain profesional dan mengakhiri tahun 2019 dengan peringkat 100 besar.
Gelar ATP Challenger pertama berhasil didapatkannya pada 2019, yang menjadikannya petenis termuda Italia yang berhasil mendapatkan gelar tersebut. Kariernya terus melesat dengan berbagai pencapaian, termasuk kemenangan di ATP Next Gen Finals 2019 dan gelar ATP Masters 1000 pertamanya di Canadian Open 2023.
Pada 2024, ia mencatatkan sejarah dengan menjadi petenis nomor satu dunia setelah mencapai semifinal French Open.
Momen-momen Penting Perjalanan Karier Jannik Sinner
- Memulai karier profesionalnya di sirkuit ITF pada tahun 2018.
- Memenangi gelar ATP Challenger pertamanya pada Februari 2019, menjadi pemain Italia termuda yang melakukannya.
- Lolos ke babak utama U.S. Open 2019, menandai debut Grand Slam-nya.
- Menjuarai Next Gen ATP Finals 2019. Mengakhiri tahun dengan peringkat 78 dunia dan meraih penghargaan ATP Newcomer of the Year.
- Memenangkan pertandingan babak utama Grand Slam pertamanya di Australian Open 2020. Mencapai perempat final French Open 2020.
- Meraih gelar ATP pertamanya di Sofia Open 2020, menjadi pemain Italia termuda yang memenangkan gelar tingkat tur di Era Terbuka. Mengakhiri tahun dengan peringkat 37 dunia.
- Pada 2021, ia memenangi Great Ocean Road Open, Citi Open, Sofia Open, dan European Open dan bermain di ATP Finals sebagai pemain pengganti pertama. Mengakhiri tahun di peringkat 10 dunia.
- Pada tahun 2022, ia mencapai perempat final Australian Open dan US Open.
- Mencapai semifinal Grand Slam pertamanya di Wimbledon 2023 dan memenangi gelar Masters 1000 pertamanya di Canadian Open. Ia juga mencapai peringkat tertinggi dalam kariernya, peringkat empat dunia, menjadi orang Italia kedua yang mencapai lima besar.
- Mengalahkan Novak Djokovic di babak round-robin ATP Finals sebelum kalah dari petenis Serbia itu di final. Membantu Italia memenangi Piala Davis setelah penantian 47 tahun pada November 2023.
- Mengalahkan unggulan ketiga Daniil Medvedev untuk memenangi gelar Grand Slam pertamanya di Australian Open 2024.
- Sempat tersandung kasus doping karena dua sampel yang diambil pada Maret 2024 menunjukkan hasil positif untuk steroid clostebol, tetapi tidak menerima skorsing setelah Badan Integritas Tenis Internasional (ITIA) menemukan bahwa hasil positif tersebut disebabkan oleh kontaminasi dari fisioterapinya.
- Menjadi pemain nomor satu dunia setelah mencapai semifinal French Open pada Juni 2024.
- Mengalahkan unggulan ke-12 Taylor Fritz untuk memenangkan US Open pertamanya pada September 2024.
- Memenangi Shanghai Masters dan mengakhiri tahun 2024 dengan mahkota ATP Finals pertamanya, mengalahkan Fritz di final di kandang sendiri.
- Menjadi pemain ke-11 di Era Terbuka yang mempertahankan gelar tunggal putra Australian Open pada 2025.
Arkhelaus Wisnu Triyogo dan Nurdin Saleh berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Pilihan Editor: Kilas Balik Skors yang Diterima Jannik Sinner









Leave a Comment