Prabowo Resmikan PLTP Ijen Berkapasitas 35 MW, Pertama di Jawa Timur

Admin Utama

June 26, 2025

3
Min Read

Bondowoso – Indonesia baru saja mengukir sejarah! Presiden Prabowo Subianto meresmikan megaprojek vital, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, pada Kamis, 26 Juni 2025. Proyek senilai Rp3,9 triliun ini bukan sekadar pembangkit listrik biasa, melainkan PLTP pertama di Jawa Timur yang siap mengubah peta energi nasional.

Peresmian PLTP Ijen Bondowoso ini dilakukan serentak dengan tujuh PLTP lain dan 47 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di berbagai pelosok negeri. “Kami bersyukur memiliki sumber-sumber energi yang juga luar biasa, sumber-sumber energi terbarukan ada di kita,” ujar Prabowo melalui video konferensi, menyiratkan optimisme besar terhadap potensi Indonesia.

Presiden menekankan bahwa potensi besar ini menuntut pengelolaan yang matang. “Hari ini bukti kemampuan bangsa Indonesia untuk menuju swasembada energi yang sangat menentukan bagi masa depan kita,” tegasnya, menunjuk pada langkah konkret menuju kemandirian energi yang lebih kuat.

PLTP Ijen dirancang untuk menyuplai pasokan listrik ke wilayah Jawa-Bali dengan kapasitas awal 35 megawatt, dan direncanakan akan mencapai total 110 megawatt. Berdiri di lahan seluas 117 hektare, pembangkit energi bersih ini diperkirakan mampu menerangi sekitar 85 ribu rumah tangga, sebuah kontribusi signifikan untuk kebutuhan energi masyarakat.

“Hari ini kami ingin melaksanakan apa yang Bapak Presiden arahkan bahwa transisi energi harus kita lakukan terus-menerus,” tambah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia di Bondowoso, menggarisbawahi komitmen pemerintah terhadap keberlanjutan energi.

Di balik kemegahannya, proyek PLTP Ijen adalah mahakarya teknologi. Mencakup enam sumur produksi, satu sumur injeksi, dan dua sumur cadangan, pembangkit ini didukung oleh 83 menara transmisi dan jaringan 150 kilovolt. Yang lebih menakjubkan, PLTP Ijen mengadopsi teknologi binary 2-fasa dengan sistem reinjeksi 100 persen. Ini berarti, pembangkit ini sangat ramah lingkungan dan hampir tanpa emisi, menjadikan Bondowoso sebagai pelopor energi hijau!

Cara kerjanya pun sederhana namun cerdas: uap dan cairan panas bumi dari sumur produksi digunakan untuk memanaskan fluida penggerak. Fluida inilah yang kemudian akan memutar turbin dan menghasilkan listrik tanpa membakar bahan bakar fosil.

Proyek ini juga membawa angin segar bagi perekonomian lokal. Tahap eksplorasi melibatkan 288 tenaga kerja, bertambah menjadi 1.020 orang pada tahap pengembangan. Kini, operasional PLTP Ijen didukung oleh 96 tenaga kerja terampil, termasuk 191 putra daerah yang menjadi bagian integral dari kesuksesan ini.

PLTP Ijen, sebuah kolaborasi apik antara PT Medco Power Indonesia dan Ormat Technologies melalui entitas usaha PT Medco Cahaya Geothermal, telah memulai operasi komersialnya sejak awal Februari 2025. Ini adalah bukti nyata bahwa visi besar untuk energi terbarukan bisa diwujudkan.

Pengoperasian PLTP Ijen adalah lompatan raksasa bagi Indonesia dalam mencapai kemandirian dan swasembada energi yang berkelanjutan. Ini adalah tonggak penting yang menunjukkan bahwa kita mampu mengelola potensi alam kita untuk masa depan yang lebih cerah dan bersih. Bagaimana menurut Anda, apakah langkah ini akan benar-benar mempercepat tercapainya kemandirian energi nasional? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar dan mari sebarkan kabar baik ini!

Leave a Comment

Related Post