
Sains Indonesia, JAKARTA – Bikin Geleng-Geleng! Presiden Prabowo Subianto bikin keputusan mengejutkan: batal hadir di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Kanada tahun 2025. Alasannya? Ternyata lebih memilih undangan dari Presiden Rusia, Vladimir Putin! Ada apa ini?
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Roy Soemirat, mengonfirmasi kabar ini. “Bapak Presiden tidak dapat hadir pada pertemuan (KTT G7) tersebut,” tegasnya saat dihubungi via telepon, Kamis (12/6/2025). Wah, keputusan besar nih!
Ternyata, Prabowo sudah lebih dulu menerima undangan dari Putin. “Maka Bapak Presiden tidak dapat hadir pada pertemuan (KTT G7) tersebut,” kata Roy. Prioritas utama tetaplah janji yang sudah dibuat.
Prabowo bahkan langsung menelepon Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, untuk menjelaskan situasinya. Sebuah gestur yang menunjukkan rasa hormat dan menjaga hubungan baik.
Presiden Prabowo Klaim Belanda Rampas US$ 31 Triliun Selama Jajah Indonesia
Dalam percakapan telepon itu, Prabowo tetap menyampaikan dukungannya terhadap KTT G7. Ia juga mendorong penguatan kerja sama antara negara-negara G7 dan negara-negara non-G7. “Itu disampaikan langsung oleh Bapak Presiden pada Perdana Menteri Kanada pada saat berlangsungnya telepon antara kedua pimpinan (negara),” imbuh Roy. Diplomasi tingkat tinggi!
Sebelumnya, undangan untuk Prabowo hadir di KTT G7 sebagai tamu disampaikan langsung oleh PM Kanada, Mark Carney, pada Jumat (6/6/2025). Selain undangan Putin, Prabowo juga sudah mengiyakan undangan dari Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong.
Prabowo dijadwalkan akan memenuhi undangan kedua pemimpin negara tersebut karena sudah terlanjur membuat janji jauh-jauh hari.
Prabowo Resmikan Peluncuran Kendaraan Listrik Taktis PANDU Produksi PT Pindad
Keputusan Prabowo ini tentu menimbulkan berbagai spekulasi. Apa yang sebenarnya ingin dibahas Prabowo dengan Putin? Mungkinkah ada agenda besar yang sedang dirancang? Yang jelas, langkah ini menunjukkan arah politik luar negeri Indonesia yang semakin dinamis.
Jadi, bagaimana menurutmu? Apakah keputusan Prabowo ini tepat? Atau seharusnya ia tetap menghadiri KTT G7? Jangan ragu untuk berbagi pendapatmu di kolom komentar! Bagikan artikel ini ke teman-temanmu dan mari berdiskusi!









Leave a Comment