Prabowo Bongkar Serakahnomics: Benarkah Penghisap Darah Rakyat? Ekonom Terkejut!

Admin Utama

July 21, 2025

3
Min Read

JAKARTA, KOMPAS.com – Prabowo Murka! Sebut Pengusaha Nakal Ini “Vampir Ekonomi” yang Hisap Darah Rakyat!

Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini melontarkan pernyataan pedas yang bikin kuping pengusaha “nakal” panas. Ia menyebut para pengusaha yang memanfaatkan celah dan merugikan negara sebagai kaum pengikut mazhab “serakahnomics”. Sindiran ini ditujukan langsung kepada oknum pengusaha yang terlibat dalam kasus beras oplosan yang merugikan banyak pihak.

Prabowo tanpa tedeng aling-aling menyebut tindakan kaum “serakahnomics” ini seperti vampir yang tega mengisap keuntungan dari masyarakat. “Ini sudah bukan pengusaha yang benar. Ini bukan bisnis yang sehat. Ini bukan entrepreneurship. Ini adalah keserakahan murni! Ini tidak diajarkan di bangku kuliah manapun,” ujar Prabowo dengan nada geram saat peluncuran kelembagaan Kopdes/Kel Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah, yang disiarkan secara daring, Senin (21/7/2025).

“Saya beri nama ini ‘serakahnomics’. Jangan beri mereka perlakuan yang baik,” tegasnya.

Menurut Prabowo, pemerintah sudah memberikan peringatan keras kepada para pengusaha serakah ini. Negara meminta agar mereka menjalankan bisnis sesuai aturan yang berlaku. Jangan sampai mencari keuntungan di atas penderitaan rakyat.

“Ada yang mau cari keuntungan di atas penderitaan rakyat, itu namanya menghisap darah rakyat! Itu parasit! Vampir-vampir ekonomi!,” cetusnya.

Lantas, seberapa parah kerugian negara akibat praktik “serakahnomics” ini? Prabowo mengungkapkan bahwa kerugian negara akibat kasus beras oplosan bisa mencapai Rp 100 triliun per tahun! Bayangkan, dalam lima tahun, kerugian bisa mencapai Rp 1.000 triliun!

Dengan anggaran sebesar itu, jika ditertibkan, menurut Presiden, banyak hal yang bisa dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Salah satunya adalah memperbaiki infrastruktur sekolah yang rusak.

“Bisa bayangkan enggak? Kalau kita tertibkan ini, kita punya Rp 100 triliun tiap tahun. Lima tahun kita punya Rp 1.000 triliun. Ya Menteri Keuangan, kita perbaiki sekolah! Kita hanya mampu memperbaiki 11 ribu sekolah tahun ini dengan anggaran Rp 19 triliun,” jelas Prabowo.

“Kalau saya punya Rp 100 triliun tiap tahun, berarti kita bisa perbaiki 100 ribu sekolah! Kita punya 330 ribu sekolah. Dalam tiga setengah tahun kita akan perbaiki semua sekolah di seluruh Indonesia. Bayangkan! Ini yang saya anggap sabotase ekonomi Indonesia! Menikam rakyat dari belakang!,” tegasnya lagi.

Oleh karena itu, Presiden Prabowo meminta agar Polri dan Kejaksaan Agung segera bertindak tegas dan menghentikan kejahatan oplosan beras ini. Beliau yakin bahwa aparat penegak hukum setia kepada bangsa dan rakyat Indonesia dan akan menegakkan kedaulatan bangsa.

“Jaksa Agung dan Kapolri, saya yakin saudara setia kepada bangsa dan rakyat Indonesia. Saya yakin kau setia kepada kedaulatan bangsa Indonesia. Usut tuntas tindak pidana ini!,” kata Presiden.

Prabowo Subianto menunjukkan komitmennya untuk memberantas praktik korupsi dan kecurangan yang merugikan negara dan rakyat. Pernyataannya yang keras ini diharapkan menjadi peringatan bagi para pengusaha nakal dan menjadi pemicu bagi aparat penegak hukum untuk bertindak tegas. Apakah menurutmu pernyataan keras Prabowo ini akan efektif memberantas praktik “serakahnomics”? Bagikan pendapatmu di kolom komentar dan jangan lupa share artikel ini!

Leave a Comment

Related Post