Pesawat Saudia Airlines Terancam Bom! Jemaah Haji RI Dalam Bahaya?

Admin Utama

June 18, 2025

3
Min Read

Ancaman Bom di Pesawat Haji! Kisah Dramatis Saudia Airlines SV-5726

Penerbangan haji dari Jeddah menuju Jakarta mendadak berubah menjadi drama menegangkan! Pesawat Saudia Airlines SV-5726, yang membawa 442 jemaah haji Kloter 12 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS), terpaksa dialihkan ke Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, pada Selasa, 17 Juni 2025, setelah menerima ancaman bom! Bayangkan jantung Anda berdebar-debar, ketakutan menghantui ratusan jemaah di atas ketinggian ribuan kaki.

“Pesawat kemudian melakukan pendaratan di Bandara Kualanamu sekitar pukul 10.44 WIB untuk menjalankan prosedur keamanan dan keselamatan,” ungkap Anak Agung Ngurah Pranajaya, Pejabat Pengganti Sementara (Pgs) Corporate Secretary Group Head PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Airports, dalam keterangan tertulisnya. Kejadian ini tentu saja memicu pertanyaan: siapa di balik ancaman ini? Dan bagaimana sebenarnya profil maskapai penerbangan yang mengalami kejadian menegangkan ini?

Mengenal Saudia Airlines: Lebih dari Sekedar Maskapai Penerbangan

Jauh sebelum insiden menegangkan tersebut, Saudia Airlines telah menorehkan sejarah panjang. Perjalanan mereka dimulai pada 1945, hanya dengan satu pesawat DC-3 (Dakota) HZ-AAX – sebuah hadiah dari Presiden AS Franklin Delano Roosevelt kepada Raja Arab Saudi Abdul Aziz! Bisa dibayangkan betapa sederhana awalnya, bukan?

Kini, Saudia Airlines telah menjelma menjadi raksasa penerbangan dengan 142 armada pesawat modern, termasuk jet berbadan besar seperti Boeing 787-9, Boeing 777-268L, Boeing 777-300ER, Airbus A320-200, Airbus A321, dan Airbus A330-300. Bukan hanya kuantitas, kualitas pun tak diragukan lagi. Buktinya? Pada 2024, Saudia Airlines menempati peringkat ke-33 dalam daftar top 50 maskapai terbaik dunia versi Brand Finance, dengan nilai merek mencapai US$ 797,4 juta (sekitar Rp 12,7 triliun)! Prestasi ini bahkan membawa mereka ke posisi ketiga sebagai merek maskapai penerbangan Timur Tengah terbaik!

Tak berhenti sampai di situ, pencapaian gemilang lainnya diraih Saudia Airlines pada 2024. Skytrax menganugerahkan gelar Maskapai Paling Berkembang di Dunia kepada mereka! Hebatnya lagi, mereka juga dinobatkan sebagai Katering Maskapai Kelas Ekonomi Terbaik. Prestasi ini tentu merupakan bukti nyata komitmen Saudia Airlines terhadap kualitas layanan.

“Penghargaan ini menegaskan kembali dedikasi Saudia Airlines terhadap keunggulan dan komitmen kami dalam mencapai tujuan Strategi Nasional untuk Layanan Transportasi dan Logistik,” ujar Direktur Jenderal Saudia Group Engr. Ibrahim Al-Omar.

Jejak Sejarah Saudia Airlines: Dari Hadiah Presiden Hingga Kegemilangan Global

Kisah sukses Saudia Airlines tak lepas dari sejarahnya yang unik. Pesawat DC-3 hadiah dari Presiden Roosevelt memulai semuanya setelah pertemuan bersejarah antara Roosevelt dan Raja Abdul Aziz di Terusan Suez pada 14 Februari 1945. Pesawat tersebut melayani rute Riyadh, Jeddah, dan Dhahran, mengangkut penumpang dan kargo.

Setahun kemudian, pada 1946, Saudia Airlines resmi berdiri sebagai badan operasional Kementerian Pertahanan Arab Saudi. Bandara Kandara, dekat Jeddah, menjadi basis operasinya. Pada masa itu, jemaah haji diterbangkan ke Jeddah dari Lydda, Palestina, dan negara-negara lain. Layanan penerbangan domestik berjadwal perdana pun dimulai pada 14 Maret 1947.

Dari sebuah pesawat hadiah, Saudia Airlines tumbuh menjadi maskapai penerbangan kelas dunia. Kisah inspiratif ini menjadi bukti bahwa kesuksesan dapat dicapai dengan kerja keras, inovasi, dan dedikasi yang tinggi.

Joniansyah berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Bagaimana menurut Anda tentang kisah dramatis dan perjalanan sukses Saudia Airlines? Bagikan pendapat Anda dan jangan lupa share artikel ini agar lebih banyak orang tahu!

Leave a Comment

Related Post