
Sains Indonesia – , Jakarta – Perang Iran-Israel: Ancaman Nyata Bagi Surplus Ekspor Indonesia? Bayangkan ini: surplus ekspor Indonesia yang selama lima tahun berturut-turut kita raih, terancam hilang hanya karena konflik di Timur Tengah! Benarkah demikian? Temukan jawabannya di sini.
Peneliti CIPS, Hasran, mengungkapkan potensi buruk konflik Iran-Israel terhadap ekonomi Indonesia. Salah satu ancaman terbesar? Penutupan Selat Hormuz! Jalur pelayaran vital ini, yang dilewati sekitar 20% transaksi minyak dunia (data 2024), jika ditutup, akan membuat biaya pengiriman melonjak drastis. Kapal-kapal terpaksa mencari jalur alternatif yang jauh lebih mahal. Dampaknya? Bukan hanya Indonesia, tapi juga China, India, Jepang, dan Korea Selatan akan merasakan guncangan di pasar energi.
Bayangkan bagaimana dampaknya pada surplus neraca perdagangan Indonesia yang di bulan Mei 2025 mencapai US$ 4,9 miliar – lonjakan 2.962 persen dari bulan sebelumnya! Ketegangan geopolitik ini berpotensi mengganggu pasokan minyak global, yang secara langsung berdampak pada biaya logistik dan permintaan ekspor Indonesia. Kenaikan harga minyak dunia adalah konsekuensi yang tak terhindarkan, dan ini akan memukul keras daya saing produk ekspor kita. Ekspor kita bisa terhambat karena biaya pengiriman yang membengkak. Lebih buruk lagi, negara-negara pengimpor utama kita mungkin akan mengurangi permintaan karena aktivitas ekonomi mereka melemah akibat krisis energi. Bahkan Amerika Serikat, yang hanya mengimpor sekitar 7% minyaknya melalui Selat Hormuz, pun ikut terpengaruh karena pergeseran permintaan global.
Hasran menekankan perlunya pemerintah proaktif mendorong perdamaian. Lama atau singkatnya penutupan Selat Hormuz akan menentukan seberapa besar dampaknya terhadap ekonomi Indonesia. Lebih dari itu, pemerintah juga perlu melakukan reformasi internal. Penghapusan hambatan non-tarif, seperti kuota impor yang berbelit dan regulasi yang tidak relevan, sangat krusial. Biaya tambahan akibat birokrasi yang rumit hanya akan memperparah beban importir dan konsumen di tengah lonjakan biaya logistik dan produksi global. Ini akan memperburuk dampak negatif dari konflik Iran-Israel terhadap ekonomi Indonesia.
Kesimpulannya, konflik Iran-Israel bukanlah sekadar berita jauh. Ini adalah ancaman nyata terhadap ekonomi Indonesia yang perlu diantisipasi dengan strategi yang tepat, baik di tingkat internasional maupun domestik. Pemerintah harus mengambil langkah cepat dan tepat untuk melindungi ketahanan ekonomi nasional.
Apa pendapat Anda tentang langkah-langkah yang perlu diambil pemerintah untuk mengatasi ancaman ini? Bagikan pendapat Anda dan jangan lupa share artikel ini agar lebih banyak orang menyadari potensi ancaman ini!









Leave a Comment