
Sains Indonesia – , Solo – Sekitar 20 orang telah memenuhi panggilan tim penyidik Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan di markas Kepolisian Resor Kota Solo, Jawa Tengah, mulai Senin hingga Rabu, 21-23 Juli 2025. Mereka menjalani pemeriksaan sebagai saksi ihwal laporan fitnah dan pencemaran nama baik atas tudingan ijazah palsu mantan presiden Joko Widodo.
Jokowi selaku pelapor dalam kasus itu juga telah menjalani pemeriksaan di Polresta pada Rabu, 23 Juli 2025. Pantauan Tempo, selain Jokowi, penyidik memeriksa sekitar 10 orang lainnya. Mereka di antaranya Kepala SMA Negeri 6 Solo Munarso.
Saat dimintai konfirmasi, Munarso membenarkan juga hadir di Mapolresta Solo kemarin. “Iya, betul (pemeriksaan di Polresta Solo). Kebetulan saya sempat ketemu Pak Jokowi,” ujar Munarso kepada Tempo pada Kamis, 24 Juli 2025.
Munarso mengaku mendapat 21 pertanyaan dari penyidik. Pemeriksaan berlangsung dari pukul 09.30 hingga 20.30 WIB. Pertanyaan yang diajukan kepadanya seputar dokumen-dokumen terkait Jokowi. “Saya termasuk paling banyak pertanyaan ya. Kira-kira 21 pertanyaan. Saya paling akhir,” ujarnya.
Dia mengatakan ada sejumlah dokumen dari SMA Negeri 6 Solo yang disita oleh penyidik. “Ada beberapa dokumen yang disita,” ujar Munarso. Setelah pemeriksaan kemarin, Munarso mengatakan belum ada pemanggilan lagi dari penyidik.
Kuasa hukum Jokowi lainnya, Firmanto Laksana, mengungkapkan setidaknya ada 27 orang sebagai saksi yang menjalani pemeriksaan. “Senin waktu kami tahu ada proses penyidikan yang dilakukan di Polresta Surakarta (Solo) ada delapan saksi, dan kemarin (Selasa, 22 Juli 2025), kurang lebih 10 saksi,” ujar Firmanto kepada wartawan, Rabu, 23 Juli 2025.
Pilihan Editor: Lobi Pemain Baru Minyak Sebelum Riza Chalid Tersangka









Leave a Comment