GEMPAR! Bukan Ezequiel Vidal yang cetak gol kemenangan dramatis, tapi pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, justru berikan pujian selangit buat sang striker Nermin Haljeta! Kok bisa? Ada rahasia apa di balik kemenangan mengejutkan Laskar Mataram atas Persebaya Surabaya ini?
Ternyata, di laga perdana Super League 2025/2026 yang bikin jantung berdebar di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (8/8) kemarin, PSIM memang sukses mencuri tiga poin berkat gol telat Ezequiel Vidal di menit 90+2. Tapi, mata Van Gastel rupanya tertuju pada sosok jangkung di lini depan: Nermin Haljeta. Meski mandul gol di laga itu, Haljeta tampil penuh energi dan jadi ‘bek pertama’ yang bikin barisan pertahanan PSIM super kokoh!
Pelatih asal Belanda itu tanpa ragu menyebut Haljeta sebagai pemain kunci dalam bertahan. “Dia bertahan dengan penuh energi. Dia sedikit kurang beruntung pada babak pertama dalam penguasaan bola. Namun, babak kedua dia jauh lebih baik,” puji Van Gastel usai pertandingan. Ini bukan cuma omong kosong, Van Gastel memang menekankan pentingnya semua pemain bertahan kompak, dan Haljeta adalah contoh nyatanya dalam hal perjuangan serta disiplin.
Siapa sangka, striker yang musim lalu merobek jala lawan 16 kali (termasuk 12 gol di Liga 1) dan menyumbang 2 assist saat berseragam PSM Makassar ini, kini jadi tembok pertahanan tak terduga bagi PSIM. Van Gastel sendiri memilih Haljeta ketimbang Rafinha, top skor PSIM musim lalu, bukan tanpa alasan. Posturnya yang menjulang 1,95 meter, katanya, sangat membantu PSIM Yogyakarta dalam situasi bola mati, baik saat menyerang maupun bertahan. Jelas, ini keputusan jitu dari sang pelatih!
Tak hanya Haljeta, kiper Cahya Supriadi juga kebagian pujian dari Van Gastel. Menurutnya, Cahya adalah “pemain serang paling pertama” yang memulai serangan dari lini belakang. Kolaborasi apik inilah yang mengantarkan PSIM ke peringkat dua klasemen sementara, bikin kejutan di awal musim Liga 1.
Kini, Laskar Mataram siap menjamu Arema FC pada Sabtu (16/8) mendatang. Van Gastel optimistis bisa membawa timnya bersaing di lima besar klasemen Liga 1. “Ini musim pertama saya di Liga 1. Saya tidak menyangka atmosfernya sehebat ini. Akan tetapi, kami bermain bagus dan saya harap bisa masuk lima besar,” ungkapnya penuh percaya diri.
Jadi, terbukti kan, Nermin Haljeta bukan cuma jago bikin gol, tapi juga sosok sentral yang bikin lini belakang PSIM tak terkalahkan! Inilah kunci sukses awal musim yang bikin Laskar Mataram jadi ancaman serius di Super League 2025/2026.
Bagaimana menurutmu, apakah Haljeta akan terus jadi kartu as Van Gastel di pertandingan selanjutnya? Jangan lupa bagikan artikel ini ke teman-temanmu sesama penggemar sepak bola!









Leave a Comment