
Sains Indonesia – Jakarta – Mantan Pegawai KPK Jadi Jendral di Satgas Penerimaan Negara! Berita mengejutkan datang dari Mabes Polri. Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolri, menunjuk dua mantan petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memimpin Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Optimalisasi Penerimaan Negara! Langkah berani atau strategi cerdas? Simak selengkapnya!
Satgas ini dibentuk untuk membantu pemerintah meningkatkan pendapatan negara dari berbagai sektor. Posisi kunci dalam Satgassus ini diisi oleh dua figur yang namanya sudah tak asing lagi dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Herry Muryanto, mantan deputi KPK, ditunjuk sebagai kepala Satgassus. Sementara itu, Novel Baswedan, eks penyidik senior KPK yang terkenal dengan integritasnya, menduduki posisi Wakil Kepala Satgassus.
Anggota Satgassus, Yudi Purnomo Harahap, menjelaskan alasan di balik penunjukan mengejutkan ini. Pengalaman Herry dan Novel dalam menangani kasus-kasus korupsi dan keahlian mereka dalam tata kelola pemerintahan dinilai sangat krusial untuk mencapai target optimalisasi penerimaan negara. “Mereka adalah ahli dalam bidangnya, dan rekam jejak mereka tak perlu diragukan lagi,” tegas Yudi dalam keterangan pers Jumat, 13 Juni 2025.
Strategi Satgassus ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan negara dari berbagai sektor. Selama enam bulan terakhir, tim ini telah berkoordinasi intensif dengan berbagai kementerian, termasuk Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Fokus terbaru Satgassus adalah sektor perikanan. Tim melakukan kunjungan langsung ke lapangan, meninjau Pelabuhan Perikanan Mayangan di Probolinggo (7-9 Mei 2025) dan Pelabuhan Perikanan Benoa di Bali (11-13 Juni 2025). Ketua Tim Satgassus Sektor Perikanan, Hotman Tambunan, optimis potensi peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektor ini masih sangat besar. “Kami akan memetakan masalah, menawarkan solusi, dan mengawal implementasinya agar PNBP dari sektor perikanan meningkat signifikan,” ungkap Hotman.
Langkah Kapolri ini jelas menjadi sorotan publik. Apakah penunjukan mantan pegawai KPK ini akan membawa perubahan signifikan dalam optimalisasi penerimaan negara? Akankah strategi ini efektif dalam memberantas praktik-praktik korupsi yang merugikan negara? Kita tunggu saja hasilnya.
Apa pendapat Anda tentang penunjukan mantan pegawai KPK ini? Bagikan opini Anda di kolom komentar dan jangan lupa share artikel ini!









Leave a Comment