
Ibu Hamil Palsu Tipu Dua Wanita, Janji Adopsi Bayi Berujung Pilu!
Bayangkan, sudah berharap mendapatkan buah hati, malah tertipu jutaan rupiah. Dua wanita, JH dan HI, mengalami hal mengerikan ini setelah dijanjikan adopsi bayi oleh seorang wanita berinisial AU (38). AU, dengan liciknya, mengaku bisa mengurus adopsi di sebuah rumah sakit di Palmerah. Modus operasinya? Menjanjikan ‘jalan pintas’ adopsi dengan meminta sejumlah uang untuk biaya administrasi dan persalinan. Mirisnya, setelah uang diterima, AU langsung menghilang bak ditelan bumi!
Kasus pertama menimpa JH pada Sabtu, 26 April 2025. Ia memberikan Rp 5,4 juta kepada AU dengan harapan bisa mengadopsi bayi. Namun, harapannya pupus setelah AU raib tanpa jejak. Kisah serupa dialami HI pada Minggu, 8 Juni 2025. Kali ini, AU meminta Rp 5 juta dengan alasan biaya persalinan dan pengeluaran bayi dari rumah sakit. Hasilnya? Sama, AU kembali menghilang setelah menerima uang.
Modus Penipuan Adopsi Bayi: Sudah Lima Kali Beraksi!
Lebih mengejutkan lagi, penyelidikan polisi mengungkap fakta bahwa AU ternyata sudah lima kali melakukan penipuan dengan modus yang sama! Meskipun baru dua korban yang melapor, polisi khawatir masih banyak korban lain yang belum berani bersuara. Akibat perbuatannya, AU dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan.
Waspada! Jangan Tertipu Janji Manis Adopsi Bayi Ilegal
Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi kita semua. Proses adopsi bayi adalah hal yang sensitif dan memerlukan prosedur resmi yang ketat. Jangan mudah tergiur dengan tawaran adopsi yang tidak melalui jalur resmi, apalagi yang menjanjikan proses mudah dan cepat dengan biaya administrasi yang tinggi. Ingat, adopsi ilegal bukan hanya merugikan secara finansial, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah hukum yang lebih besar.
Polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melaporkan jika menemukan kasus serupa. Keberanian JH dan HI melapor telah membantu menangkap AU. Semoga kasus ini menjadi pembelajaran berharga bagi kita semua.
Apa pendapatmu tentang kasus ini? Bagikan pengalamanmu dan ajak temanmu untuk lebih waspada! Jangan lupa share artikel ini agar lebih banyak orang terhindar dari penipuan serupa.









Leave a Comment