
Sains Indonesia – , Jakarta – Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi? Bukan sekadar mimpi! Presiden Prabowo Subianto baru saja bertemu Pangeran Mohammed bin Salman, dan hasilnya bikin heboh! Rencana mega proyek ini jadi salah satu topik utama pembahasan mereka di Istana Al-Salam, Jeddah, Rabu, 2 Juli 2025.
Menteri Agama Nasaruddin Umar yang turut mendampingi Presiden Prabowo mengungkapkan kabar gembira ini. “(Yang dibahas) termasuk pendidikan dan kampung haji. Alhamdulillah Pangeran MBS mendukung penuh Kampung Haji Indonesia terealisasi sesegera mungkin,” ujarnya dalam keterangan resmi Kementerian Agama, Kamis, 3 Juli 2025. Bayangkan, dukungan langsung dari Pangeran MBS! Ini sinyal kuat bahwa impian kita untuk memiliki kampung sendiri di Tanah Suci semakin dekat.
Nasaruddin Umar bahkan sudah mulai menjajaki pembicaraan teknis pembangunan kampung haji dengan beberapa pihak di Arab Saudi. Imam Besar Masjid Istiqlal ini siap bergerak cepat menunggu arahan Presiden Prabowo untuk mewujudkan proyek ambisius ini.
Ide cemerlang kampung haji ini sebenarnya sudah muncul sejak November 2024 dari Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i. Melihat jumlah jemaah umrah dan haji Indonesia yang membludak, Presiden Prabowo langsung tergerak untuk membangun fasilitas yang lebih memadai. Syafi’i yakin, kampung haji akan memudahkan pelayanan bagi ratusan ribu jemaah haji Indonesia.
Lokasinya? Siap-siap terpukau! Romo Syafi’i mengungkapkan rencana pembangunan di atas lahan seluas 50 hektare di Jabal Umar. “Kawasan seluas 50 hektare di Jabal Umar tersebut merupakan konsesi Kerajaan Arab Saudi selama 100 tahun untuk Indonesia,” tegasnya dalam Seminar Nasional “Tantangan Investasi dan Optimalisasi Pengelolaan Dana Haji” di Jakarta, 3 Desember 2024. Bayangkan luasnya!
Proyek sebesar ini tentu menuai beragam reaksi. Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang menyambut baik, namun mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam bernegosiasi dengan pemerintah Arab Saudi. “Pembangunan kampung haji tidak mudah karena lokasinya di negara Saudi. Membicarakannya harus hati-hati agar pihak negara tempat tidak sampai salah pandangan,” katanya di Jakarta 9 Januari 2025.
Pemerintah sendiri tak tinggal diam. Kepala Badan Penyelenggara (BP) Haji Mochamad Irfan Yusuf menyatakan akan membentuk tim khusus untuk mengkaji kerja sama dengan pemerintah Saudi. Hal ini disampaikannya dalam keterangan pers di Jeddah, Kamis, 3 Juli 2025.
Kesimpulannya? Mimpi memiliki Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi bukan lagi sekadar angan-angan. Dengan dukungan penuh dari Pangeran MBS dan langkah nyata pemerintah, proyek ini berpotensi besar untuk terwujud. Bagaimana menurut Anda? Apakah Kampung Haji Indonesia akan menjadi solusi terbaik untuk meningkatkan pelayanan jemaah haji Indonesia? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar dan jangan lupa share artikel ini!









Leave a Comment