Mendikbud Ristek ‘Diserang’ DPR: Kenapa Fakultas Ini di IPB Tiba-tiba Jadi Sekolah Teknik?

Admin Utama

June 16, 2025

3
Min Read

jpnn.com, JAKARTA – Geger! Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB yang punya sejarah panjang dan kiprah mendunia, kini terancam berubah total jadi sekolah teknik! Polemik ini ternyata sudah sampai ke telinga para wakil rakyat di Senayan. Komisi X DPR RI bahkan berencana memanggil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, untuk minta penjelasan lengkap di masa sidang mendatang.

Perubahan drastis ini sontak memicu badai kritik dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa yang gelisah hingga para alumni yang merasa “jiwanya” dicabut. Sorotan tajam juga diarahkan ke sikap Dekan Fateta, Prof. Slamet Budijanto, yang dianggap bertanggung jawab atas kebijakan kontroversial ini.

“Masa Sidang IV DPR akan dimulai 23 Juni mendatang. Tentu saja, seluruh mitra Komisi X, termasuk Kemendiktisaintek, akan diundang untuk Raker atau RDPU,” ungkap Hetifah, salah satu legislator Komisi X asal Kalimantan Timur, pada Senin (16/6). Meski isu perubahan Fateta IPB ini tidak spesifik jadi agenda utama, Hetifah memastikan Komisi X akan memanfaatkan momen tersebut untuk meminta klarifikasi detail.

Hetifah juga keras menyuarakan pentingnya prinsip good university governance. Artinya, setiap pengambilan keputusan strategis di kampus harus transparan dan melibatkan partisipasi publik. Ini bukan cuma soal birokrasi, tapi demi masa depan pendidikan tinggi!

“Perlu dilihat lebih jauh, rencana transformasi Fateta ini harus selaras dengan pembangunan nasional, termasuk visi Asta Cita dalam memperkuat kedaulatan pangan dan pertanian modern berbasis riset dan teknologi,” tegas Hetifah, mengaitkan polemik ini dengan agenda besar negara.

Senada dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio juga ikut angkat bicara. Menurutnya, suara lantang dari para alumni dan profesor senior Fateta sama sekali tidak boleh diabaikan. Ia menegaskan, setiap perubahan nama atau identitas harus punya filosofi yang jelas, bukan sekadar ganti baju!

Perubahan nama itu harus ada filosofinya. Dulu penamaannya kan punya makna mendalam, kenapa sekarang diubah? Kalau tujuannya transformasi, cukup di kurikulumnya saja, jangan mengubah nama fakultas yang sudah mapan dan punya reputasi kuat,” kata Agus, memberikan pandangan tajam.

Agus menambahkan, jika niatnya adalah modernisasi dan transformasi, fokusnya harus pada peningkatan kualitas mata kuliah, bukan sekadar mengubah nama. “Kalau mau transformasi, sesuaikan mata kuliahnya. Teknologi pertanian ini mengakar hingga ke petani dan praktik lapangan. Ini juga sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo soal kemandirian pangan. Teknologi pertanian adalah ciri khas IPB yang tidak boleh dihilangkan!” tegasnya.

Di forum akademik bergengsi di IPB International Convention Centre, Prof. Aman Wirakartakusumah, Presiden International Union of Food Science and Technology sekaligus alumni Fateta, bahkan sudah bersuara lantang. Beliau menegaskan peran krusial Fateta dalam pembangunan pertanian nasional yang berdaulat dan berkelanjutan.

Menurut Prof. Aman, Fateta dirancang sebagai gabungan keilmuan teknik, sains, manajemen, dan teknologi—yang selama ini menjadi tulang punggung sistem pertanian modern di Indonesia. Perubahan drastis menjadi sekolah teknik dikhawatirkan dapat mengurangi peran strategisnya, bahkan menghilangkan esensi pengembangan pangan nasional.

“Tanpa teknologi, kita kehilangan jiwa pembangunan pangan. Mulai dari pengelolaan lahan, pupuk, hingga pascapanen, semua membutuhkan pendekatan sains dan teknologi yang kuat,” ujar Prof. Aman, mengingatkan bahwa perubahan Fateta menjadi sekolah teknik bisa jadi bumerang bagi masa depan pangan kita. (tan/jpnn)

Polemik perubahan Fakultas Teknologi Pertanian IPB menjadi sekolah teknik ini jelas bukan isu sepele. Ini tentang identitas, filosofi pendidikan, dan masa depan ketahanan pangan nasional. Ketika DPR mulai turun tangan dan para pakar serta alumni bersuara, ini menandakan ada sesuatu yang fundamental sedang dipertaruhkan. Apakah visi Asta Cita dan kedaulatan pangan akan terganggu karena perubahan ini? Atau justru ada visi lebih besar yang belum sepenuhnya dipahami publik? Kita tunggu saja penjelasan dari Mendiktisaintek dan bagaimana keputusan akhir akan memengaruhi wajah pendidikan di IPB. Jangan biarkan isu penting ini berlalu begitu saja! Bagikan artikel ini agar lebih banyak yang tahu dan ikut memberikan pandangannya!

Leave a Comment

Related Post