Marcella Nangis! Permintaan Maaf Mengejutkan ke Prabowo Usai Konten Viral Itu

Admin Utama

June 18, 2025

4
Min Read

Sains Indonesia – , Jakarta – Pengacara kondang Marcella Santoso, tersangka kasus suap pengaturan keputusan pengadilan dan perintangan penyidikan, minta maaf! Video permintaan maafnya bikin heboh! Apa yang sebenarnya terjadi di balik layar kasus ini?

Marcella, yang tengah berurusan dengan Kejaksaan Agung terkait kasus dugaan suap ekspor CPO dan kasus-kasus lainnya, muncul di konferensi pers Selasa, 17 Juni 2025. Di situ, ia memaparkan video permintaan maaf atas penyebaran konten negatif mengenai Kejaksaan. Tapi, ceritanya nggak sesederhana itu.

Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus, Abdul Qohar, membongkar peran Marcella dalam sebuah operasi opini publik skala besar. Ternyata, Marcella diduga menjadi dalang di balik pembuatan konten negatif yang tersebar luas! Ia bekerja sama dengan mantan Direktur Pemberitaan JAKTV, Tian Bahtiar, dan M Adhiya Muzakki, ketua tim “Cyber Army” yang mengerahkan 150 buzzer. Ketiganya kini berstatus tersangka.

Tujuannya? Menjatuhkan opini publik dan menggugurkan penuntutan serta penyidikan tiga kasus korupsi besar: korupsi fasilitas ekspor CPO, korupsi tata niaga timah PT Timah Tbk, dan korupsi impor gula atas nama Tom Lembong. Serangannya terstruktur dan sistematis, menyerang Kejaksaan Agung secara pribadi dan kelembagaan, bahkan menyasar pimpinan Kejaksaan dan Presiden Prabowo!

Serangan brutal ini dilakukan lewat media massa dan media sosial, menciptakan narasi seolah-olah Kejaksaan melakukan kriminalisasi. Kontennya pun beragam, dari isu pribadi Jaksa Agung ST Burhanuddin, Jampidsus Febrie Adriansyah, Dirdik Abdul Qohar, hingga isu pemerintahan seperti petisi RUU TNI dan “Indonesia Gelap.” Gila!

Dalam video permintaan maafnya, Marcella mengakui kelalaiannya tak mengecek konten sebelum dipublikasikan. Ia hanya berkelit soal peran Tian dan Adhiya. Tapi, bukti-bukti yang dikumpulkan Kejaksaan Agung telah mengungkap skandal besar ini.

Ingat, Marcella bukan hanya terlibat dalam kasus perintangan penyidikan ini. Ia juga merupakan tersangka dalam kasus dugaan suap vonis lepas perkara ekspor CPO dan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU), yang ditetapkannya pada awal Mei 2025. Kasus ini semakin rumit dan berpotensi melibatkan banyak pihak.

Berikut petikan video permintaan maaf Marcella:

Selamat malam bapak-bapak, terima kasih saya diberikan kesempatan untuk membuat video ini. Saya ingin menyampaikan dari hati yang paling dalam terkait dengan perkara pasal 21 kasus timah, kasus CPO, dan kasus gula. Bahwa saya menyadari di dalam proses penanganan perkara ini terdapat postingan yang sebenarnya sama sekali tidak terkait dengan perkara yang ditangani, antara lain terkait dengan isu kehidupan pribadi Bapak jaksa Agung, Isu Bapak Jampidsus, isu Bapak Dirdik, dan bahkan terdapat juga isu pemerintahan Bapak Presiden Prabowo, seperti Petisi RUU TNI dan juga Indonesia Gelap. Bahwa saya sangat menyesali dan sangat menyadari, bahwa apa pun dan bagaimanapun ceritanya, baik itu kelalaian saya, saya tidak mengecek ulang isi konten ataupun kelalaian dan luputnya saya mengecek dan meneliti kembali dan fokus terhadap apa yang disampaikan. Saya menyadari bahwa konten-konten tersebut memberikan rasa sakit bagi pihak-pihak yang terkait dan terdampak. Untuk itu dari hati yang paling dalam, saya sampaikan penyesalan dan saya meminta maaf kepada bapak-bapak dan mungkin pihak lain yang terkait dan terdampak bahwa saya sejujurnya tidak pernah merasa ada ketidaksukaan atau kebencian secara pribadi baik dengan institusi ataupun dengan pemerintahan ataupun dengan personal karena di dalam chat saya dan seperti yang dimasukkan ke dalam BAP, salah satunya terdapat percakapan antara saya dan rekan saya yang saya sampaikan bahwa ada baiknya juga APH seperti Bapak Febrie dan sebenarnya pendapat pribadi saya, saya juga salut dengan warna penegakan hukum dan semangat penegakan hukum yang begitu tinggi di dalam institusi ini. Itulah pendapat pribadi saya sehingga saya tidak pernah ada kebencian pribadi dengan institusi dan pemerintahan. Bahwa hingga terdapat konten-konten yang ternyata baru saya bahkan baru saya ketahui banyak juga dalam penyisikan ini saya apapun dan bagaimanapun ceritanya saya sampaikan permintaan maaf terutama bagi pihak-pihak yang tersakiti dan terdampak bahwa saya tidak bisa melakukan apapun. Saya sebagai manusia saya hanya bisa meminta maaf dan saya mendoakan bahwa rasa sakit, rasa ketidaknyamanan yang dialami oleh pihak terkait dan terdampak akan dipulihkan oleh Tuhan dan akan dibalas dengan berkat dan berkah yang selalu berkelimpahan dan melindungi perjalanan karir bapak-bapak ke depan dan perjalanan pemerintahan Indonesia yang sangat saya cintai ini. Semoga pintu maaf bisa terbuka setidaknya bagi saya dan saya berdoa untuk yang terbaik ke depannya Bapak-bapak semuanya. Terima kasih Amin, amin ya robal alamin.

Kasus ini membuka mata kita akan betapa licinnya strategi manipulasi opini publik di era digital. Apa pendapatmu tentang kasus ini? Bagikan dan komentar di bawah!

Leave a Comment

Related Post