
jpnn.com – BANDA ACEH – Seorang mahasiswa yang hilang setelah terseret ombak saat mandi di Pantai Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Korban bernama Muhammad Iqbal (19), beralamat di Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara.
Tim Badan SAR Nasional atau Basarnas berhasil mengevakuasi jenazah mahasiswa yang sebelumnya hilang setelah terseret ombak saat mandi di Pantai Lhoknga tersebut.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian selama dua hari pada Kamis 3 Juli sekitar pukul 16.30 WIB. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh,” kata Kepala Basarnas Banda Aceh Ibnu Harris Al Hussain di Banda Aceh Kamis (3/7).
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat mandi di Pantai Lhoknga pada Selasa (1/7) sekitar pukul 17.30 WIB.
Saat itu, korban mandi di laut bersama temannya bernama Shella.
Saat mandi, keduanya tergulung ombak dan terseret arus.
Shella dapat ditolong seorang peselancar yang sedang berselancar di pantai wisata tersebut.
Namun, korban hilang dibawa arus laut.
Pencarian korban dilakukan dua tim, laut dan darat.
Tim laut mencari korban menggunakan perahu karet hingga 2,5 nautikal mil.
Tim darat menyisir pantai sejauh dua kilometer.
Pencarian korban juga menggunakan drone termal.
“Korban akhirnya ditemukan sejauh dua nautikal mil dari titik terakhirnya terlihat dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya, korban dievakuasi ke darat dan dibawa ke rumah sakit di Banda Aceh,” katanya.
Selain personel Basarnas, pencarian korban juga melibatkan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Besar, unsur TNI dan Polri, serta masyarakat.
Ibnu mengatakan dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR ditutup dan personel yang terlibat pencarian dikembalikan ke satuan atau instansi masing-masing.
“Kami mengimbau kepada pengelola pantai agar memasang rambu bahaya serta menyiagakan tim penyelamat karena di pantai tersebut sering terjadi orang terseret arus dan tenggelam,” kata Ibnu Harris Al Hussain. (antara/jpnn)









Leave a Comment