Kisah Pilu Pekerja Bantuan Gaza: Ditembak Dulu, Baru Ditanya Nanti!

Admin Utama

July 5, 2025

3
Min Read

Warga Gaza Kelaparan, Ditembaki Saat Berebut Bantuan! Saksi Mata Ungkap Kekejaman di Lokasi Distribusi

Sebuah kesaksian mengejutkan mengguncang dunia. Mantan pekerja kontrak keamanan di lokasi distribusi bantuan Gaza berani membongkar fakta mengerikan: warga Palestina yang kelaparan ditembaki, bahkan dengan senapan mesin, saat berupaya mendapatkan bantuan makanan! Bayangkan, mereka yang sudah putus asa karena kelaparan, malah menjadi sasaran tembak! Ini bukan cerita fiksi, melainkan pengakuan langsung dari seorang saksi mata kepada BBC Indonesia.

Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) langsung membantah keras tuduhan ini. Namun, kesaksian pekerja kontrak yang meminta namanya dirahasiakan ini sangat detail dan menggemparkan. Ia menceritakan bagaimana seorang penjaga di lokasi distribusi bantuan menembaki sekelompok perempuan, anak-anak, dan orang tua dengan senapan mesin dari menara pengawas. Alasannya? Mereka berjalan terlalu lambat!

“Ada 15 sampai 20 tembakan berulang yang menembaki kerumunan warga Palestina,” ujar saksi mata. Lebih mengerikan lagi, setelah seorang pria Palestina jatuh tak bergerak, saksi mendengar pekerja lain berkata, “wah, kamu berhasil dapat satu,” diikuti tawa sinis.

Manajer GHF bahkan menepis laporan tersebut dengan enteng, menyebut insiden itu sebagai kecelakaan. Pria Palestina yang tewas itu, menurut mereka, mungkin hanya tersandung atau kelelahan. Namun, saksi mata membantah keras penjelasan GHF. Ia menunjukkan slip gaji yang membuktikan ia masih dibayar dua minggu setelah meninggalkan pekerjaannya, membantah klaim GHF bahwa ia adalah pekerja yang tidak puas.

Saksi ini bekerja di empat titik distribusi GHF dan menggambarkan budaya impunitas yang mencekam. Tidak ada aturan kerja yang jelas, dan pimpinan tim bahkan memberi instruksi mengerikan: “jika kamu merasa terancam, tembak-tembak saja untuk membunuh dan tanyakan nanti”! Pimpinan tim tersebut bahkan menyebut warga Gaza sebagai “gerombolan zombie,” menunjukkan betapa rendahnya nyawa mereka di mata para penjaga.

Lebih dari sekedar penembakan, warga Palestina juga menghadapi ancaman lain di lokasi distribusi GHF. Serpihan granat, semprotan merica, dan kawat berduri menjadi senjata tambahan yang menyebabkan luka-luka serius. Saksi mata menceritakan kasus mengerikan; seorang pria terkena semprotan merica penuh di wajah, dan seorang perempuan terluka parah terkena granat yang dilontarkan di tengah kerumunan.

GHF sendiri memulai operasinya pada akhir Mei lalu, di tengah blokade Gaza oleh Israel yang telah berlangsung selama 11 minggu. Sejak itu, menurut catatan PBB dan dokter setempat, pasukan Israel telah membunuh lebih dari 400 orang Palestina yang mencoba mengambil bantuan makanan. Israel mengklaim sistem distribusi GHF ini mencegah bantuan jatuh ke tangan Hamas.

Namun, sistem GHF ini justru mendapat kritik luas karena memaksa warga Palestina untuk berjalan melalui zona pertempuran aktif menuju beberapa titik distribusi. Lebih dari 170 badan amal, termasuk Oxfam dan Save the Children, menyerukan penutupan GHF. Mereka menyatakan pasukan Israel dan kelompok bersenjata secara rutin menembaki warga Palestina yang mencari bantuan. Israel membantahnya, menegaskan sistem GHF memberikan bantuan langsung kepada orang yang membutuhkan tanpa campur tangan Hamas.

GHF mengklaim telah mengirimkan lebih dari 52 juta makanan dalam lima minggu, menyalahkan organisasi lain karena bantuan mereka dijarah. Konflik ini bermula dari serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 di Israel, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 lainnya. Operasi militer Israel di Gaza, sebagai balasan, telah menewaskan setidaknya 57.130 orang menurut kementerian kesehatan Hamas.

Kesimpulan: Kesaksian ini membuka tabir kelam konflik Gaza. Di tengah penderitaan akibat kelaparan dan perang, warga Palestina justru menghadapi ancaman brutal dari pihak yang seharusnya membantu mereka. Apakah GHF benar-benar bertujuan untuk menyelamatkan nyawa atau justru memperparah penderitaan warga Gaza? Pertanyaan ini harus dijawab dengan segera dan tuntas.

Apa pendapat Anda tentang kesaksian ini? Berikan komentar Anda dan bagikan artikel ini agar kebenaran terungkap!

Artikel ini pernah tayang di BBC Indonesia dengan judul ‘Warga Gaza ditembaki saat cari bantuan’ – Kesaksian pekerja lembaga distribusi bantuan kepada BBC.

Leave a Comment

Related Post