Kemenag Buka Pendaftaran Beasiswa Kursus Bahasa Inggris untuk Guru Madrasah

Admin Utama

July 26, 2025

2
Min Read

Sains Indonesia – , Jakarta – Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama menyiapkan beasiswa kursus Bahasa Inggris bagi 300 guru madrasah ibtidaiyah (MI) terpilih. Program ini bertujuan memperkuat kompetensi profesional guru MI dalam pengajaran bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris, yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran di jenjang dasar.

Pilihan editor: Alasan BEM UGM Keluar dari BEM SI: Berselingkuh dengan Penguasa

“Ini adalah bentuk ikhtiar serius kami untuk mempersiapkan guru MI agar mampu mengajar Bahasa Inggris dengan pendekatan yang tepat, menyenangkan, dan berbasis kebutuhan anak,” kata Direktur GTK Madrasah, Thobib Al Asyhar dikutip dari keterangan resmi pada Jumat, 25 Juli 2025.

Program kursus ini akan diselenggarakan secara daring dan terbuka bagi seluruh guru MI di Indonesia. Namun, kuota beasiswa terbatas hanya untuk 300 peserta terpilih. Pendaftaran dibuka mulai 24 hingga 31 Juli 2025 melalui laman https://s.id/KursusguruMI.

Peserta yang lolos akan dibekali berbagai keterampilan dasar pengajaran bahasa, mulai dari teknik mengajarkan empat keterampilan berbahasa (listening, speaking, reading, dan writing), penguasaan kosa kata dan tata bahasa, hingga pemahaman tentang pendekatan belajar dan asesmen yang sesuai dengan karakteristik usia anak.

“Dengan penguasaan metodologi dan alat asesmen yang baik, guru akan lebih percaya diri dan terampil dalam mentransfer keterampilan bahasa kepada siswa,” ujar Thobib.

Program ini merupakan hasil kerja sama antara GTK Madrasah dan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta melalui Regional English Language Office (RELO), serta asosiasi internasional pengajar Bahasa Inggris, TESOL.

Thobib menekankan pentingnya kolaborasi global dalam peningkatan mutu guru madrasah. “Penguatan kualitas guru tidak bisa dilakukan sendiri. Dengan melibatkan RELO-TESOL, kita ingin memastikan standar pelatihan yang terbaik untuk guru MI,” ujarnya.

Kemenag berharap melalui program ini, kemampuan pengajaran Bahasa Inggris di madrasah ibtidaiyah dapat berkembang lebih pesat, sekaligus menjawab kebutuhan peserta didik yang tumbuh di tengah arus globalisasi.

“Ekosistem pembelajaran Bahasa Inggris di madrasah harus dibangun sejak dini agar anak-anak tidak tertinggal dalam menghadapi tantangan masa depan,” kata Thobib.

Pilihan editor: Respons Pemerintah atas Konflik Thailand-Kamboja

Leave a Comment

Related Post