Keluarga: Kwik Kian Gie masih Baca Koran di Hari Terakhir

Admin Utama

July 29, 2025

3
Min Read

Sains Indonesia – , Jakarta – Ekonom senior Kwik Kian Gie meninggal dunia di usia 90 tahun pada Senin malam, 28 Juli 2025. Kwik merupakan mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri pada 1999-2000.

Anak bungsu dari Kwik Kian Gie, Kwik Ing Lan, mengatakan ayahnya meninggal karena usia tua. Meski demikian, kata dia, kesehatan Kwik Kian Gie memang menurun selama beberapa bulan terakhir.

Ing Lan bercerita, ayahnya adalah sosok yang selalu punya topik pembicaraan tersendiri untuk setiap anak dan cucu. “Kayaknya dia mengerti aja kami lagi ingin ngomong apa gitu, terutama cucu-cucunya. Mereka selalu senang kalau ketemu, ngobrol,” kata Ing Lan kepada wartawan ketika ditemui di Rumah Duka Sentosa, Kompleks RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa, 29 Juli 2025.

Menurut Ing Lan, Kwik Kian Gie masih rutin menonton berita sampai akhir hidupnya. Namun, dia sudah tidak terlalu aktif menulis. “Masih baca koran, sampai hari terakhir masih baca koran. Mesti pake kertas, nggak bisa dari media elektronik,” kata dia. Ing Lan juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendoakan ayahnya.

Kwik Kian Gie akan disemayamkan sampai Rabu. Sementara jenazahnya akan dikremasi pada Kamis, 31 Juli 2025. Namun, upacara kremasi akan diadakan secara tertutup dan hanya akan dihadiri oleh keluarga.

Pantauan Tempo di lokasi, peti jenazah Kwik Kian Gie tiba di rumah duka pada pukul 13.00 WIB. Sejumlah pejabat negara juga turut memberikan karangan buka. Beberapa di antaranya datang dari Presiden Prabowo Subianto, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Kwik Kian Gie lahir di Pati, Jawa Tengah, pada 11 Januari 1985. Dia mencatatkan rekam jejak yang panjang di bidang ekonomi dan politik Indonesia. Seusai tamat dari pendidikan sarjana (S1) di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Kwik melanjutkan studi ke Nederlandse Economische Hogeschool (sekarang Erasmus University Rotterdam), Belanda. Di sana, dia mengenal ayah Presiden Prabowo Subianto, Sumitro Djojohadikusumo.

Kwik kembali ke Indonesia pada 1970, sebelum akhirnya terjun ke dunia bisnis. Karir politik Kwik bermula pada tahun 1987 saat dia bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di bawah pimpinan Soerjadi.

Di era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, Kwik menempati jabatan sebagai Menteri Ekonomi, Keuangan, dan Industri. Kemudian di era pemerintahan Megawati Soekarnoputri, Kwik diangkat menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Saat menjabat, Kwik pernah berselisih pendapat dengan Megawati. Salah satunya ketika Kwik menentang rencana Megawati menerbitkan instruksi presiden tentang release and discharge (R&D). Beleid itu kelak menjadi dasar penerbitan surat keterangan lunas (SKL) oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional untuk para konglomerat yang berhutang dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Pilihan Editor: Dampak Kesepakatan Dagang Prabowo-Trump bagi Industri Manufaktur

Leave a Comment

Related Post