
Geger! Dugaan korupsi pengadaan laptop senilai triliunan rupiah di Kemendikbudristek semakin memanas. Kini, perhatian Kejaksaan Agung (Kejagung) tertuju pada tiga nama penting: mantan staf khusus (stafsus) eks Mendikbudristek Nadiem Makarim. Ada apa sebenarnya di balik proyek pengadaan Chromebook yang disebut-sebut bermasalah ini? Dan seberapa besar peran orang-orang kepercayaan Nadiem?
Tim penyidik Jampidsus Kejagung tak main-main! Mereka sedang sibuk menguliti keterkaitan tiga mantan staf khusus itu dalam skandal pengadaan laptop di Kemendikbudristek. Bukan cuma soal peran, tapi juga kewenangan mereka akan digali habis-habisan selama pemeriksaan maraton.
“Kita sudah sampaikan bahwa sebagai staf khusus sangat terkait dengan analisa-analisa teknis. Kan staf khusus itu memberikan saran-saran, memberikan pandangan-pandangan,” kata Kapuspenkum Kejagung RI Harli Siregar kepada wartawan di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Rabu (11/6).
“Itu yang mau didalami penyidik, apa kaitan antara kedudukan posisi mereka sebagai staf khusus dengan proses pengadaan Chromebook ini,” jelasnya.
Siapa saja tiga stafsus Nadiem yang kini jadi target utama Kejagung? Mereka adalah Fiona Handayani, Jurist Tan, dan Ibrahim Arief. Dari ketiganya, baru Fiona Handayani yang sudah diperiksa sebagai saksi pada Selasa (10/6) kemarin. Gila, pemeriksaan Fiona berlangsung hampir 12 jam! Setelah menjalani pemeriksaan super panjang itu, Fiona enggan berkomentar dan menyerahkannya kepada pengacaranya, Indra Haposan Sihombing. Menurut Indra, pemeriksaan ini belum kelar dan akan dilanjutkan pada Jumat (13/6) mendatang.
Sementara itu, Jurist Tan yang seharusnya diperiksa hari ini, Rabu (11/6), mangkir dan mengajukan penundaan hingga Selasa (17/6) mendatang. Kemudian, giliran Ibrahim Arief yang akan ‘bertamu’ ke Gedung Bundar Kejagung sebagai saksi pada Kamis (12/6) besok.

Harli Siregar kembali menekankan bahwa pemeriksaan intensif terhadap ketiganya sangat penting untuk menggali lebih dalam seluruh proses pengadaan. “Apakah staf khusus itu berwenang dalam proses pengadaan? Bukankah dalam proses pengadaan ada yang disebut dengan pengurus pengadaan. Lalu, kalau misalnya para staf khusus ini memberikan saran, memberikan pandangan, nah dalam konteks apa,” tutur Harli.
“Itu yang akan didalami oleh penyidik sehingga itu bagian dari penyidikan. Maka kepada yang tiga orang ini oleh penyidik dianggap perlu dilakukan pemeriksaan secara intensif untuk menggali pihak-pihak mana yang patut dimintai pertanggungjawaban terkait dengan proses pengadaan ini,” imbuhnya.

Sebagai informasi tambahan, Fiona Handayani, Jurist Tan, dan Ibrahim Arief adalah mantan stafsus Nadiem yang kediamannya sudah digeledah Kejagung. Para mantan stafsus ini sedianya sudah dijadwalkan pemeriksaan sejak pekan lalu, tapi mereka absen dari panggilan tersebut. Karena mereka mangkir, Kejagung langsung bergerak cepat melakukan pencegahan agar ketiganya tidak bepergian ke luar negeri.
Skandal ini memang bukan main-main. Kejagung menduga telah terjadi korupsi jumbo dalam pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek, dengan nilai proyek fantastis mencapai Rp 9,9 triliun! Diduga kuat, proyek ini bermasalah dan menyebabkan kerugian negara yang tidak sedikit. Meski begitu, hingga kini belum ada tersangka yang ditetapkan, dan total kerugian negara masih terus dihitung dalam proses penyidikan yang sedang berjalan.
Eks Mendikbudristek, Nadiem Makarim sendiri sudah angkat bicara soal kasus ini. Ia berdalih, pengadaan laptop ini dilakukan untuk memitigasi ‘learning loss’ akibat kondisi pandemi Covid-19. Nadiem juga klaim proyek ini dikerjakan dengan transparan dan didampingi berbagai pihak, termasuk Jamdatun Kejagung. Tapi, apakah itu cukup untuk meredakan panasnya penyelidikan ini?
Kasus pengadaan laptop triliunan rupiah ini jelas menjadi babak baru dalam upaya pemberantasan korupsi di Tanah Air. Dengan digalinya peran para staf khusus, apakah Kejagung akan menemukan ‘ikan’ yang lebih besar? Akankah ada nama-nama lain yang terseret dalam pusaran kasus korupsi ini? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya! Bagaimana menurut Anda, apakah kasus ini akan segera terungkap tuntas? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar dan jangan lupa bagikan artikel ini agar semakin banyak yang melek informasi!









Leave a Comment