Jokowi Yakin PSI Jadi Partai Besar pada 2034

Admin Utama

July 19, 2025

3
Min Read

Siapa sangka, gebrakan politik datang dari Solo! Mantan Presiden Joko Widodo baru-baru ini membuat pernyataan yang menggemparkan: ia akan memberikan dukungan penuh bagi Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Tak main-main, Jokowi bahkan yakin partai yang kini dipimpin oleh Kaesang Pangarep itu bakal menjelma jadi kekuatan politik raksasa pada tahun 2034. Ini bukan sekadar dukungan biasa, melainkan prediksi berani yang patut disimak!

Dalam Kongres PSI yang digelar di Graha Saba Buana Solo pada Sabtu, 19 Juli 2025 lalu, Jokowi dengan tegas menyatakan, “Saya akan full mendukung PSI.” Namun, ia juga tak luput memberikan ‘peringatan’ penting. Menurutnya, perjalanan menuju status partai raksasa itu tak instan. “Tapi, jangan tergesa-gesa. Ada step-step-nya. Belum (besar) di 2029, feeling saya akan mulai di 2034 dengan catatan semuanya bekerja keras,” jelasnya. Sebuah ramalan yang menantang para kader PSI untuk gas pol!

Lantas, apa yang membuat Jokowi begitu yakin? Salah satu kuncinya adalah transformasi PSI menjadi ‘Partai Super Tbk’. Ini berarti, para anggota dan kader partai punya hak suara penuh dalam memilih ketua umum mereka sendiri, layaknya pemilik saham perusahaan terbuka. “Saham partai ini dimiliki oleh seluruh pengurus, oleh seluruh anggota, oleh seluruh kader,” ungkap Jokowi. Model ini diyakini akan memperkuat rasa kepemilikan dan mendorong seluruh elemen partai untuk membesarkan PSI, menjadikannya lebih kuat dalam melayani rakyat dan bertarung di kontestasi elektoral. Sebuah strategi cerdas yang bisa mengubah peta politik Indonesia!

Dengan semangat ‘Partai Super Tbk’ ini, Jokowi optimis suara PSI bisa melonjak hingga tiga kali lipat di Pemilu 2029. Syaratnya? Semua harus bekerja ekstra keras. “Kalau mesinnya siap, bensinnya siap, harus bekerja bareng-bareng. Tapi bisa saja mesin ada, bensin ada, itu pun belum tentu kita bisa balapan dengan partai yang lain kalau kita tidak sering turun ke bawah,” pesannya. Maknanya jelas: mendekatlah pada rakyat, pahami keinginan mereka, dan wujudkan!

Poin kedua yang menjadi keyakinan Jokowi adalah penerapan e-voting atau voting online dengan mekanisme ‘satu anggota satu suara’. Ia menyebut langkah ini sebagai ‘revolusi demokrasi’ dalam tubuh partai. “Mungkin sekarang yang berpartisipasi baru 84 persen dari berapa yang daftar? 178 ribu. Nantinya kalau ini jadi model yang baik, bisa jutaan anggota PSI semuanya ikut berpartisipasi dalam pemilu raya yang akan datang karena suaranya dihargai, partisipasinya dihargai,” bebernya. Ini bukan cuma soal teknologi, tapi tentang transparansi dan partisipasi aktif. Dengan model ini, menurutnya, tak akan ada lagi ‘politik di belakang layar’ atau ‘keputusan segelintir orang’. Setiap anggota punya kekuatan, dan suaranya dihargai. Sebuah terobosan yang patut diacungi jempol dalam ranah demokrasi partai!

Terakhir, Jokowi menyinggung filosofi di balik logo PSI: Gajah. Bukan sembarang hewan, Gajah adalah simbol ilmu pengetahuan, kebijaksanaan, kekuatan, dan ukuran yang besar. Artinya, PSI adalah partai cerdas, yang beranggotakan kader-kader cerdas, kuat, dan besar. Sebuah identitas yang kuat dan penuh makna, memberikan inspirasi bagi perjalanan PSI ke depan.

Dengan segala keyakinan dan pesan ini, Jokowi menegaskan bahwa PSI jangan hanya menargetkan masuk Senayan pada Pemilu 2029, melainkan “harus!” Sebuah tantangan sekaligus dorongan keras bagi Partai Solidaritas Indonesia. Apakah PSI mampu menjawab kepercayaan besar dari Jokowi dan benar-benar menjadi kekuatan politik yang dominan di masa depan? Hanya waktu dan kerja keraslah yang akan membuktikan. Bagaimana pendapatmu tentang prediksi Jokowi ini? Bagikan pandanganmu di kolom komentar dan sebarkan artikel ini agar semakin banyak yang tahu tentang visi besar PSI!

Leave a Comment

Related Post