Jejak Genre Britpop Berasal dari Genre Mana?

Admin Utama

July 19, 2025

3
Min Read

Sains Indonesia – , Jakarta – Ketika band Oasis mengumumkan rencana reuni, euforia musik Britpop kembali mencuat dan menghidupkan kembali kenangan dari era 1990-an, ketika Oasis dengan hit seperti Wonderwall dan Don’t Look Back in Anger menjadi ikon Britpop.

Band rock legendaris asal Inggris yang menjadi ikon gerakan Britpop pada era 1990-an, Oasis resmi kembali reuni di Cardiff pada Jumat 4 Juli 2025 lalu yang disambut antusias puluhan ribu penggemar setelah lebih dari 15 tahun terpecah oleh konflik internal sebagaimana dilansir dari Antara, Minggu 6 Juli 2025.

Kembalinya Oasis ke panggung musik memicu nostalgia dan antusiasme yang sama seperti ketika mereka mendominasi tangga lagu dan budaya pop dengan Britpop. Britpop adalah genre musik rock berbasis gitar dari Inggris yang mendominasi kancah musik di Inggris dan Amerika Serikat pada 1990-an. Istilah “Britpop” diciptakan oleh jurnalis musik pada era tersebut untuk menggambarkan gelombang musik yang terinspirasi oleh pop Inggris yang melodius dan berbasis gitar, seperti yang dipelopori oleh The Beatles.

Meskipun Britpop sering dikaitkan dengan gerakan atau sikap khas dari para musisi di era tersebut, menurut Britannica, Britpop dikenal karena ciri khas yang membedakannya dari genre musik lainnya dari musik rock berbasis gitar dengan melodi yang catchy dan chorus yang mudah dinyanyikan bersama dengan gaya pakaian dan sikap yang lebih modis, menggabungkan pengaruh rock klasik dari 1960-an dengan semangat baru yang berani.

Meski unik, dua band utama dalam gerakan Britpop yang sama-sama mengandalkan pop gitar klasik, Oasis dan Blur memiliki interpretasi yang berbeda. Oasis menonjol dengan keaslian dan kekuatan liriknya, sementara Blur menyuntikkan unsur seni dan ironi dalam musiknya.

Selain keduanya ada juga band The Smith yang dikabarkan sudah bubar. Secara keseluruhan, Britpop adalah salah satu gelombang musik yang paling berpengaruh pada tahun 1990-an yang menggabungkan melodi catchy dengan gaya dan sikap yang ikonik.

Kisah kesuksesan Oasis diawali dengan dirilisnya album debut Definitely Maybe pada 1994 yang langsung menempati posisi puncak tangga lagu Inggris dan menjadi album debut dengan penjualan tercepat pada masanya.

Puncak popularitas Oasis terjadi saat mereka merilis album kedua, (What’s the Story) Morning Glory? pada 1995 yang melahirkan sejumlah lagu fenomenal seperti Some Might Say, Don’t Look Back in Anger, dan Wonderwall yang mendunia dan menempatkan Oasis sejajar dengan band legendaris seperti The Beatles dan The Who. Rekor penjualan album ini menembus angka tertinggi di Inggris pada dekade 1990-an, menjadikannya salah satu album Britpop tersukses sepanjang masa.

Namun, ketenaran tersebut diiringi kontroversi perilaku para personel, mulai dari kebiasaan pesta hingga pertengkaran terbuka di hadapan media dan memuncak pada 2009 saat Noel Gallagher memutuskan keluar dari band setelah pertengkaran backstage di Rock En Seine Festival, Paris. Pernyataan resmi Noel menegaskan bahwa ia “tidak bisa lagi bekerja bersama Liam”. Keputusan tersebut menandai bubarnya Oasis secara resmi.

Penampilan perdana reuni Oasis di Stadion Principality, Cardiff, disaksikan sekitar 74.500 penonton. Oasis membuka konser dengan lagu Hello yang terasa simbolis lewat lirik “it’s good to be back”, disusul “Acquiesce” yang menampilkan duet vokal Noel dan Liam salah satu momen langka di antara keduanya. Meski interaksi di atas panggung terbatas, keduanya menutup penampilan dengan pelukan singkat yang disambut sorak sorai penggemar.

Putri Safira Pitaloka berkontribusi dalam artikel ini.

Pilihan editor: Oasis yang Malam Ini Lanjutkan Konser Reuni Beraliran Britpop. Apa Itu Britpop?

Leave a Comment

Related Post