
Sains Indonesia –, Jakarta – Gawat! IHSG terjun bebas gegara konflik Iran-Israel makin panas? Panik nggak, nih? Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir, tepatnya periode 16-20 Juni 2025, anjlok parah sampai 3,61 persen! Semua ini gara-gara tensi tinggi di Timur Tengah antara Iran dan Israel yang belum kelar juga. IHSG akhirnya harus rela ditutup di level 6.907,1, jauh di bawah angka 7.166,0 pada minggu sebelumnya. Duh, dompet jadi ikutan tipis, nih!
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gusti Agung Alit Nityaryana, dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 20 Mei 2025, membenarkan adanya perubahan signifikan dalam data perdagangan saham di BEI selama sepekan terakhir.
Nggak cuma IHSG yang babak belur, kapitalisasi pasar BEI juga ikut-ikutan turun 3,17 persen, menjadi Rp 12.099 triliun dari Rp 12.495 triliun. Rata-rata nilai transaksi harian juga ngedrop 7,63 persen, dari Rp 16,24 triliun menjadi Rp 15,01 triliun.
Frekuensi transaksi harian juga ikut lesu, turun 8,15 persen menjadi 1,31 juta kali transaksi dari 1,42 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya. Volume transaksi harian juga nyungsep lebih dalam, sebesar 13 persen menjadi 24,41 miliar lembar saham dari 28,05 miliar lembar saham.
Investor asing juga nggak mau ketinggalan ikut jualan. Mereka mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 2,73 triliun selama sepekan ini. Bahkan, sepanjang tahun 2025, investor asing sudah mencatatkan nilai jual bersih hingga Rp 53,10 triliun! Waduh, pada kabur kemana, nih?
Sebelumnya, analis PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) memang sudah memprediksi IHSG bakal melemah di pekan ini. Penyebabnya? Eskalasi konflik Israel-Iran dan kekhawatiran akan pecahnya perang di Timur Tengah.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, menjelaskan bahwa IHSG sempat menguat karena adanya kesepakatan tarif antara Amerika Serikat dan Cina. “Namun, belum lama perang dagang reda, timbul konflik baru. Bukan perang tarif, kali ini perang sungguhan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa, 17 Juni 2025.
Seperti yang kita tahu, Israel memulai aksi militernya pada 13 Juni 2025 dengan serangan udara lewat Operasi Singa Bangkit (Operation Rising Lion). Mereka mengerahkan lebih dari 200 pesawat tempur yang menjatuhkan lebih dari 330 amunisi ke sekitar 100 target di seluruh Iran. Serem banget!
Konflik Israel-Iran ini jelas meningkatkan kekhawatiran akan pecahnya perang besar di Timur Tengah. Negara-negara seperti Libanon (melalui Hizbullah), Suriah, dan Yaman (Houthi) berpotensi ikut campur jika eskalasi terus berlanjut. Belum lagi kalau negara-negara dengan kekuatan militer besar seperti AS ikut nimbrung. Bisa jadi perang dunia jilid 3, nih!
“Maka, pekan ini PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) memproyeksikan IHSG akan melemah dengan support 6.994 dan resistance di 7.239,” pungkas Imam.
Jadi, kesimpulannya, IHSG lagi nggak baik-baik aja karena konflik Iran-Israel yang makin panas. Buat para investor, tetap tenang tapi waspada, ya! Pantau terus perkembangan situasi dan jangan panik jual semua aset!
Ilona Esterina berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Gimana menurut kalian? Apakah IHSG bakal terus merosot? Atau ada harapan untuk bangkit kembali? Yuk, share pendapat kalian di kolom komentar! Jangan lupa di-share juga ke teman-teman kalian biar pada tahu!









Leave a Comment