Iran vs Israel: Di Ambang Perang Nuklir? Fakta Tersembunyi yang Bikin Merinding!

Admin Utama

June 21, 2025

4
Min Read

Sains Indonesia – , Jakarta – Dunia sedang menahan napas! Konflik di Timur Tengah antara Israel dan Iran kini memasuki babak baru yang sangat mengkhawatirkan, dengan isu senjata nuklir menjadi pemicu utama. Sejak 13 Juni 2025, kedua negara saling serang tanpa henti, dan kini pertanyaan besar muncul: Apakah Iran benar-benar sedang membangun bom atom?

Ketegangan ini bermula saat Israel melancarkan rentetan serangan rudal ke berbagai fasilitas nuklir dan militer Iran. Tujuan Israel jelas: menargetkan fasilitas nuklir Iran yang mereka anggap sebagai ancaman besar. Serangan udara besar-besaran yang dilakukan Israel, seperti dilaporkan CNN pada Ahad, 15 Juni 2025, adalah upaya untuk melumpuhkan program nuklir Iran yang memang sudah lama dianggap kontroversial.

Israel bahkan mengklaim pada Sabtu, 21 Juni 2025, berhasil menghambat program nuklir Iran setidaknya selama dua tahun, seperti dilansir Al Arabiya. Angkatan Udara Israel tak berhenti di situ; pada Sabtu mereka meluncurkan serangan udara segar terhadap fasilitas penyimpanan dan peluncuran rudal di Iran tengah. Mereka terus mengklaim tujuan serangan ini adalah mencegah rivalnya mengembangkan senjata nuklir—ambisi yang selalu dibantah keras oleh Tehran.

Dilansir dari The Economic Times, Pasukan Pertahanan Israel bahkan mengklaim telah mengungkap rencana rahasia yang menunjukkan percepatan program pengembangan senjata nuklir oleh Iran. Menurut militer Israel, percepatan ini dapat mengancam mereka secara serius. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga sudah berulang kali melontarkan tuduhan serupa selama bertahun-tahun. Bahkan, ia sempat mempresentasikan “ancaman” ini dalam bentuk ilustrasi bom kartun di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2012. Tapi, inilah yang bikin dahi mengernyit: hingga kini, Israel belum memberikan bukti konkret yang secara resmi mengonfirmasi keberadaan senjata nuklir di tangan Iran.

Namun, di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan dengan lantang bahwa negaranya sama sekali tidak berniat mengembangkan senjata nuklir. Sebagai bentuk penolakan terhadap senjata pemusnah massal, Presiden Pezeshkian juga kembali menegaskan fatwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang sejak lama melarang pengembangan senjata nuklir oleh Iran. Lalu, di mana kebenarannya? Siapa yang bisa kita percaya?

Lantas, bagaimana potensi Iran dalam mengembangkan senjata nuklir? Inilah bagian yang paling bikin deg-degan.

Dilansir dari Al Jazeera, Komandan Komando Pusat Militer Amerika Serikat (AS) Erik Kurilla dalam kesaksiannya di hadapan komite Senat AS, mengatakan bahwa Teheran “terus maju menuju program senjata nuklir“. Tapi tunggu dulu, Kurilla tidak menyatakan bahwa militer AS meyakini Iran saat ini memiliki program untuk mengembangkan bom nuklir. Dia hanya mengatakan Iran sedang bergerak menuju tahap tersebut. Pernyataan itu disampaikan Kurilla dengan menyoroti tingginya tingkat pengayaan uranium yang dilakukan Iran. Ia mempertanyakan mengapa Iran memiliki akumulasi uranium yang diperkaya yang begitu tinggi. “Persediaan uranium yang diperkaya terus terakumulasi di fasilitas di seluruh negeri dengan kedok program nuklir sipil,” kata Kurilla.

Situasinya makin pelik! Berdasarkan laporan triwulan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), seperti dilansir dari The Economic Times, stok uranium Iran diperkirakan mencapai sekitar 9,2 ton per Mei 2025. Jumlah ini jauh melampaui batas 202,8 kilogram yang ditetapkan dalam kesepakatan nuklir 2015. Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi juga mengatakan Iran telah mengumpulkan 400 kilogram uranium yang diperkaya hingga 60 persen. Ini angka yang signifikan! Dilansir dari Al Jazeera, pengayaan uranium adalah proses peningkatan konsentrasi isotop uranium-235 dalam uranium alami, yang lazimnya mengandung sekitar 0,7 persen uranium-235. Nah, untuk keperluan senjata nuklir, kadar ini harus dinaikkan hingga sekitar 90 persen. Pada tingkatan itulah uranium dikategorikan sebagai “kelas senjata”.

Erik Kurilla dalam kesaksiannya pada 10 Juni 2025, mengklaim bahwa jika Iran memutuskan untuk mengejar senjata nuklir, mereka memiliki cukup persediaan dan sentrifugal untuk memproduksi 25 kilogram uranium tingkat senjata hanya dalam waktu sekitar satu minggu! Lebih mengejutkan lagi, ia menyebut Iran punya cukup bahan untuk merakit hingga 10 senjata nuklir dalam waktu tiga minggu. Fantastis, bukan?

Namun, Grossi memiliki pandangan berbeda. Dalam wawancara dengan CNN, ia menyebut bahwa skenario semacam itu “bukan untuk besok” dan kemungkinan besar “bukan persoalan tahun.” Perbedaan pendapat ini menambah misteri. Baik Kurilla maupun Grossi tidak merinci berapa lama waktu yang sebenarnya dibutuhkan Iran untuk merakit senjata nuklir, bahkan jika telah memiliki bahan baku yang cukup.

Misteri ini masih jadi pertanyaan besar: Seberapa dekat Iran dengan bom nuklir? Dengan tensi yang terus memanas dan perbedaan pandangan dari para ahli, masa depan Timur Tengah dan bahkan stabilitas global berada di ujung tanduk. Ketidakpastian ini menciptakan ketegangan yang bisa meledak kapan saja, menjadikan konflik Israel-Iran lebih dari sekadar berita harian.

Nurdin Saleh, Myesha Fatina Rachman, Olivia Subandi dan Sita Planasari berkontribusi dalam artikel ini.

Bagaimana menurut kamu, apakah Iran benar-benar ancaman nuklir yang nyata, atau ini hanya gertakan belaka? Bagikan pendapatmu di kolom komentar dan bantu sebarkan informasi penting ini agar lebih banyak orang tahu!

Leave a Comment

Related Post