Innalillahi Wainna Ilaihi Roji’un! Industri dangdut berduka! Yunita Ababiel, penyanyi ‘Karma’ tutup usia. Kabar duka ini bikin kaget sekaligus sedih para penggemar musik dangdut tanah air.
Penyanyi dangdut senior, Yunita Ababiel, menghembuskan napas terakhirnya pada Minggu (13/7/2025) dini hari. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan tentunya para penggemar setianya.
Kabar duka ini pertama kali mencuat lewat unggahan Instagram Sang Raja Dangdut, Rhoma Irama. Beliau menuliskan, “Inna Lillahi Wa Inna llaihi Rojl’un. Telah berpulang ke Rahmatullah, salah seorang Insan Dangdut tanah air, Hj. @yunitaababiel.” Sontak, ucapan belasungkawa membanjiri kolom komentar.
Yunita Ababiel meninggal dunia di usia 61 tahun setelah berjuang melawan kanker payudara. Namanya melambung tinggi di era 90-an berkat lagu ikoniknya, “Karma”. Tapi, siapa sebenarnya Yunita Ababiel? Yuk, kita intip biodata dan profil lengkapnya!
1. Biodata dan Latar Belakang Yunita Ababiel

- Nama panggung: Yunita Ababiel
- Nama asli: Frida Kartika Sriwahyuni
- Tempat lahir: Bandung
- Tanggal lahir: 15 Januari 1964
- Umur: 61 tahun
- Pekerjaan: Penyanyi
- Genre: Pop, dangdut, qasidah
- Tahun aktif: 1979
- Nama akun Instagram: @yunitaababiel
Yunita Ababiel lahir di Bandung dan merupakan anak keempat dari sembilan bersaudara. Kehidupan pribadinya mulai jadi sorotan saat ia menjalin asmara dengan Alik Ababiel, mantan gitaris sekaligus pendiri band hard heavy metal legendaris era 70-an, Mountain Boys. Rockstar dan biduan dangdut? Power couple abis!
Yunita dan Alik menikah pada 11 Januari 1980 dan dikaruniai enam orang anak. Keluarga yang harmonis dan penuh cinta. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
2. Perjalanan Karier Yunita Ababiel: Dari Pop, Dangdut, Hingga Qasidah

Perjalanan karier Yunita Ababiel di industri musik Indonesia ternyata penuh liku dan warna. Ia beberapa kali mengubah nama panggung, menyesuaikannya dengan genre musik yang ia bawakan. Keren banget fleksibilitasnya!
Awalnya, Yunita debut sebagai penyanyi pop dengan nama panggung Jujun N. Dengan nama ini, ia merilis 12 album pop! Gak cuma itu, ia juga sempat menggunakan nama Sriwahyuni dan Yunita Irani untuk kariernya sebagai penyanyi dangdut. Multitalenta banget!
Baru pada tahun 1997, ia mantap menggunakan nama Yunita Ababiel saat merilis album “Pertengkaran”. Album “Trauma” (1999) kemudian menjadi titik balik kariernya sebagai penyanyi dangdut. Setelah berhijab, Yunita beralih ke genre musik qasidah, menunjukkan sisi religiusnya.
3. Daftar Karya Yunita Ababiel: Bukti Dedikasi di Dunia Musik

Berikut adalah daftar karya Yunita Ababiel selama berkarier di industri musik:
Album Studio
Pop (sebagai Jujun N)
- Vol. 1 (1979)
- Vol. 2 (1980)
- Vol. 3 (1981)
- Vol. 4 (1982)
- Vol. 5: Kau Yang Pertama (1983)
- Vol. 6 (1984)
- Vol. 7 (1985)
- Vol. 8 (1986)
- Vol. 9 (1987)
- Vol. 10 (1988)
- Vol. 11 (1989)
- Vol. 12 (1990)
Dangdut
- Maafkan Sayang (sebagai Sriwahyuni) (1979)
- Ujang Eneng (sebagai Yunita Irani) (1991)
- Sabar (sebagai Yunita Irani) (1997)
- Pertengkaran (1997)
- Trauma (1999)
- Perasaan Wanita/Pengakuan (2001)
- Terguncang (2002)
Album Kompilasi
- 10 Lagu Terbaik LCLD-IV Surabaya 1994 (1994, lagu “Patung Batu” dengan nama panggung Yuyun Nabiela)
Daftar Single
- “Gundah” (2018)
- “Maha Cinta” (2018)
- “Shalawat Allahul Kahfi” (2021)
Yunita Ababiel juga pernah masuk nominasi Artis Solo Wanita Dangdut Terbaik di ajang AMI Awards 2015. Sebuah pengakuan atas dedikasinya di dunia musik dangdut!
Kepergian Yunita Ababiel adalah kehilangan besar bagi industri musik dangdut Indonesia. Karya-karyanya akan selalu dikenang dan suaranya akan terus menggema di hati para penggemarnya. Selamat jalan, Yunita Ababiel. Semoga amal ibadahmu diterima di sisi-Nya.
Karya Yunita Ababiel mana yang paling kamu suka? Atau punya kenangan khusus dengan lagunya? Yuk, share di kolom komentar! Jangan lupa share artikel ini ke teman-temanmu, ya!









Leave a Comment