Indokripto Cetak Laba Bersih Rp 25,6 Miliar di Semester I 2025

Admin Utama

August 4, 2025

2
Min Read

Sains Indonesia – , Jakarta – PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN) membukukan laba bersih Rp 25,6 miliar di semester I 2025. Direktur Utama Indokripto Ade Wahyu mengatakan bahwa laba perusahaan aset kripto ini telah melampaui pendapatan pada 2024 lalu.

Seperti diketahui, Indokripto melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2025. Pada paruh pertama tahun ini, perseroan meraih pendapatan sebelum bunga, pajak dan amortisasi (EBITDA) sebesar Rp 56,9 miliar.

Pencapaian ini, menurut Ade, menandai rampungnya fase konsolidasi dan transformasi perusahaan. “Kinerja perseroan pada periode Januari hingga Juni 2025 adalah cerminan dari model bisnis portofolio kami yang sepenuhnya mendukung ekosistem kripto dan kini telah beroperasi secara penuh dan efisien. Bahkan pendapatan Indokripto pada semester I tahun ini telah melampaui pendapatan sepanjang 2024,” kata dia lewat keterangan resmi Jumat, 1 Agustus 2025.

Performa laba dan EBITDA, menurut dia, didorong perusahaan yang sudah sepenuhnya beroperasi pada tahun ini. Selain itu, Indokripto melalui anak usahanya, yakni PT Central Finansial X (CFX) sebagai bursa aset kripto, juga secara bertahap terus melakukan onboarding jumlah Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) sebagai anggota Bursa CFX. Langkah itu turut berkontribusi pada peningkatan kinerja.

Pada semester I 2025, perseroan juga mencatat pendapatan sebesar Rp 113,15 miliar atau naik 187 kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Indokripto berhasil mengurangi liabilitas jangka pendek secara drastis dari Rp 231,95 miliar pada akhir 2024 menjadi hanya Rp 60,70 miliar per 30 Juni 2025. Sepanjang paruh pertama tahun 2025, perusahaan mengantongi arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp 71,17 miliar.

Indokripto merupakan perusahaan holding yang menaungi dua anak usaha, yaitu PT Central Finansial X (CFX) selaku Bursa Aset Kripto pertama di Indonesia, dan PT Kustodian Koin Indonesia atau Indonesia Coin Custodian (ICC) selaku lembaga penyimpanan aset kripto.

Perseroan optimistis kinerja positif bakal berlanjut pada sisa tahun ini. Seiring dengan kondisi pasar aset kripto yang masih berada dalam tren yang baik. “Sepanjang 2025, Bursa CFX sebagai entitas anak perseroan fokus mendorong pertumbuhan derivatif kripto yang berfungsi sebagai lindung nilai. Sehingga ketika harga spot aset kripto mengalami perubahan, transaksi derivatif tetap berjalan untuk memasang posisi lindung nilai,” ucap Ade.

Pilihan Editor: Buat Apa Pemerintah dan Swasta Berlomba Menerbitkan Surat Utang?

Leave a Comment

Related Post