IHSG Ditutup Paling Anjlok se-Asia karena AS vs Iran, 533 Saham Melemah

Admin Utama

June 23, 2025

3
Min Read

Gawat! IHSG Ambruk Paling Parah se-Asia Gara-Gara ‘Perang Dingin’ Iran dan AS! Investor mana yang tidak dibuat deg-degan saat melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) benar-benar terpuruk di “zona merah” pada penutupan perdagangan Senin (23/6) sore? Bukan main-main, pasar saham Indonesia ini anjlok hingga 117,34 poin atau setara 1,74 persen, mendarat di level 6.787,14! Angka ini menjadikan IHSG sebagai indeks terburuk se-Asia hari itu! Penyebabnya? Sentimen panas dari ancaman serangan AS ke fasilitas nuklir Iran, yang langsung dibalas Iran dengan ancaman penutupan vitalnya Selat Hormuz. Wah, geopolitik memang bisa bikin jantung investor copot!

Tak hanya IHSG, indeks saham unggulan lainnya, LQ45, juga ikut-ikutan babak belur. Indeks ini terjun bebas 11,10 poin atau 1,45 persen, bertengger di 753,82. Coba bayangkan, dari ratusan saham yang ditransaksikan, hanya 128 saham yang mampu bertahan naik, sementara 533 saham lainnya kompak merah merona alias turun, dan 140 saham stagnan. Dominasi penurunan memang terasa sangat kuat di sesi ini.

Meski bursa saham loyo, aktivitas transaksi tetap menggila. Frekuensi saham yang ditransaksikan mencapai 1,35 juta kali! Dengan total volume perdagangan yang luar biasa besar, mencapai 24,72 miliar saham, total nilai transaksi hari itu tembus angka Rp 12,54 triliun. Angka ini menunjukkan betapa aktifnya investor di tengah gejolak ini, entah itu panik menjual atau mencoba mencari peluang di harga bawah.

Lalu, siapa saja “biang kerok” yang paling bikin IHSG makin lemas? Inilah daftar saham-saham top losers yang jadi penahan indeks sore ini:

  • Sumber Sinergi Makmur (IOTF): ambruk 22 poin (14,97 persen) ke 125

  • PT Bukit Asam (PTBA): terjun 440 poin (14,29 persen) ke 2.510

  • Krakatau Steel (KRAS): melorot 30 poin (14,15 persen) ke 182

  • Green Power Group (LABA): anjlok 23 poin (12,23 persen) ke 165

  • MNC Land (KPIG): turun 15 poin (9,26 persen) ke 147

Sebagai pelengkap penderitaan di pasar keuangan, nilai tukar rupiah juga ikut terpukul. Mengutip data Bloomberg, rupiah sore ini melemah tajam 95,50 poin atau 0,58 persen, menyentuh level Rp 16.492 terhadap dolar AS. Ini tentu menambah beban bagi para pengusaha dan importir di Indonesia, memperparah sentimen investasi di dalam negeri.

Lalu, bagaimana dengan kondisi bursa saham Asia lainnya? Ternyata tidak semua semerah IHSG! Berikut perbandingannya sore ini:

  • Indeks Nikkei 225 di Jepang: turun tipis 49,09 poin (0,13 persen) ke 38.354

  • Indeks Hang Seng di Hong Kong: justru naik 158,65 poin (0,67 persen) ke 23.689

  • Indeks SSE Composite di China: juga hijau, naik 21,68 poin (0,65 persen) ke 3.381

  • Indeks Straits Times di Singapura: melemah tipis 1,61 poin (0,04 persen) ke 3.881

Terlihat jelas, gejolak geopolitik memang punya dampak yang tidak main-main pada pergerakan pasar saham, terutama di Indonesia yang tampaknya paling sensitif hari ini. Apakah ini hanya badai sesaat, ataukah awal dari ketidakpastian yang lebih panjang di pasar modal kita?

Bagaimana menurut Anda, para investor dan pengamat pasar modal? Apa yang harus kita antisipasi setelah IHSG mencetak rekor penurunan terburuk se-Asia ini? Yuk, bagikan pendapat dan analisis Anda di kolom komentar! Jangan lupa bagikan juga artikel ini agar lebih banyak yang tahu kondisi terkini pasar saham kita!

Leave a Comment

Related Post