
Dunia Terkejut! Mahkamah Pidana Internasional (ICC) Murka Besar, Menyatakan Hongaria Gagal Patuhi Perintah Penangkapan Benjamin Netanyahu, Pemimpin Israel! Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Netanyahu Mendarat di Eropa dan Mengapa Sebuah Negara Berani Melawan Hukum Internasional?
Di tengah sorotan tajam dunia, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Den Haag mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Mereka secara terang-terangan menyebut bahwa Hongaria telah mangkir dari kewajiban internasionalnya di bawah Statuta Roma. Mengapa? Karena negara itu gagal menjalankan perintah ICC untuk menahan sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ketika sang pemimpin singgah di sana awal tahun ini, tepatnya pada 3-6 April 2025.
Kasus ini bermula setelah ICC pada November 2024 mengeluarkan surat perintah rahasia penangkapan terhadap Netanyahu, yang kemudian diumumkan ke publik pada hari yang sama. Anehnya, kunjungan Netanyahu ke Hongaria sudah terjadwal jauh-jauh hari dan atas undangan pemerintah Hongaria sendiri. Meski Biro Administrasi ICC telah menghubungi pihak Hongaria sejak 21 Maret 2025, bahkan menawarkan pertemuan dan panduan hukum, respons dari Budapest justru dingin: mereka menolak berkonsultasi. Begitu Netanyahu tiba, ICC secara resmi mengirimkan permintaan penangkapan pada 3 April, namun lagi-lagi, tak ada tindakan apa pun dari pemerintah Hongaria.
Hongaria kemudian berkilah bahwa hukum nasional mereka tidak memungkinkan untuk menahan Netanyahu yang punya kekebalan sebagai kepala negara. Alasan lain? Israel bukan pihak yang terikat dengan Statuta Roma. Namun, ICC tak kalah tegas. Mereka menegaskan bahwa tidak adanya atau lemahnya hukum domestik sama sekali tidak bisa dijadikan alasan untuk menghindari kewajiban yang telah disepakati. “Ketiadaan atau ketidaksesuaian legislasi domestik tidak dapat membenarkan ketidakpatuhan terhadap kewajiban negara pihak berdasarkan Statuta,” tegas ICC, menutup celah argumen Hongaria.
Kini, masalah serius ini sedang dirujuk ke Majelis Negara-Negara Pihak (Assembly of States Parties/ASP), badan pengatur tertinggi Mahkamah Pidana Internasional. Mereka akan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum internasional. Lalu, apa konsekuensinya bagi Hongaria dan bagaimana reputasi negara itu di mata dunia?
Langkah ICC ini menjadi pengingat keras bahwa kewajiban hukum internasional harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Keputusan Hongaria untuk menolak perintah penangkapan seorang pemimpin yang dicari oleh pengadilan global telah menciptakan preseden yang bisa berdampak luas pada sistem hukum internasional. Akankah insiden ini mengubah dinamika hubungan antarnegara dan penegakan keadilan global? Bagaimana menurut Anda, apakah tindakan Hongaria ini bisa dibenarkan? Bagikan pandangan Anda dan diskusikan berita penting ini dengan teman-teman Anda!









Leave a Comment