
Siapa sangka, panggung politik Indonesia bakal panas lagi di Solo! Dua sosok paling dinanti, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Presiden Prabowo Subianto, dipastikan hadir bareng di Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Agenda penting ini siap digelar di Kota Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu-Ahad, 19-20 Juli 2025. Tapi tunggu dulu, ada drama Kaesang Pangarep dan pesan ‘santai’ dari Mantan Presiden Joko Widodo yang bikin penasaran! Seperti apa detailnya?
Gibran Rakabuming Raka, yang sudah tiba di Kota Solo sejak Jumat, 18 Juli 2025, menegaskan fokus utamanya untuk pekerjaan sampai Sabtu. Namun, mata publik tetap tertuju pada kedatangannya di Kongres PSI. “Jumat-Sabtu kita fokuskan untuk pekerjaan dulu. Untuk urusan itu ya kita menunggu kedatangan Pak Presiden. Saya akan mendampingi beliau. Mungkin di hari Minggu ya, Minggu malam, mungkin ya,” jelas Gibran santai, setelah meninjau penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) di Kantor Pos Boyolali. Artinya, duo pemimpin ini kemungkinan besar akan menyapa kader PSI di malam Minggu, 20 Juli 2025, di kongres perdana partai tersebut.
Presiden Prabowo Subianto sendiri diundang ke Kongres PSI bukan tanpa alasan. Kehadirannya adalah dalam kapasitas pentingnya sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, menunjukkan sinergi antar partai yang patut dicermati di panggung politik nasional.
Sebelumnya, Gibran juga sempat menunjukkan kepeduliannya pada pendidikan dengan meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Solo, ditemani Wali Kota Solo Respati Ardi. Sekolah rakyat ini sudah memulai kegiatan dengan agenda awal Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak Senin, 14 Juli 2024.
Namun, sorotan utama tertuju saat Gibran menyambangi kediaman sang ayah, Mantan Presiden Joko Widodo, di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo. Tak disangka, rumah tersebut sudah ramai dipadati ratusan kader Partai Solidaritas Indonesia! Ini tentu bukan kebetulan.
Dan benar saja, Jokowi sendiri saat ditemui wartawan memastikan akan hadir di Kongres PSI pada Sabtu, 19 Juli 2025, mengisi sesi diskusi terbuka bersama para kader. Yang bikin gempar, saat ditanya soal kemungkinan putra bungsunya, Kaesang Pangarep, kalah dalam pemilihan raya calon ketua umum PSI, Jokowi dengan santai menjawab, “Dalam demokrasi kalah dan menang itu hal yang biasa. Jadi ya siapa pun yang menang harus kita hormati, yang kalah nanti nyoba lagi.” Sebuah pesan bijak atau justru isyarat lain dari Jokowi tentang dinamika politik PSI?
Kongres PSI di Solo pada 19-20 Juli 2025 ini jelas bukan sekadar agenda partai biasa. Dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Mantan Presiden Joko Widodo, ditambah dinamika seputar Kaesang Pangarep, event ini berpotensi menjadi penentu arah politik ke depan. Akankah ada kejutan baru dari Partai Solidaritas Indonesia? Mari kita nantikan!
Menurut Anda, gebrakan apa lagi yang akan muncul dari Kongres PSI kali ini? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar dan sebarkan artikel ini agar lebih banyak yang tahu!









Leave a Comment