OMG! Gunung Api Bawah Laut Mau Meletus?! Bumi Beneran Mau Runtuh?!
Gunung berapi bawah laut, seringkali terlupakan, kini jadi sorotan! Ilmuwan kasih peringatan keras: letusan dahsyat bisa terjadi dalam waktu dekat! Jangan panik dulu, tapi info ini penting banget buat kita semua!
Salah satu kandidat kuat adalah Axial Seamount, gunung berapi yang lokasinya sekitar 480 km dari pantai Oregon, Amerika Serikat. Kata para ahli, gunung ini lagi “manas-manasin” dan nunjukkin tanda-tanda siap meledak dalam setahun ke depan. Serem?!
Selain itu, gempa bumi baru-baru ini di Santorini, Yunani, juga bikin ilmuwan penasaran. Mereka lagi ngecek kaldera (kawah gede) di pulau itu dan gunung berapi bawah laut terdekat, Kolombo. Dua-duanya kayak bom waktu yang siap meledak!
Tersembunyi di Kedalaman Laut
Gunung berapi itu kayak “ventilasi” Bumi, tempat keluarnya abu panas, gas, dan batuan cair (magma) dari perut bumi. Kita biasanya mikir gunung berapi itu gede kayak Gunung Vesuvius atau Etna, yang nyemburin lahar oranye yang keren abis.
Tapi, tau gak? Para ahli bilang, sekitar dua per tiga gunung berapi di Bumi itu ada di bawah air! Mereka ngumpet di kedalaman laut, kadang ribuan meter di bawah permukaan. Gunung-gunung “misterius” ini bisa jadi rumah buat spesies yang belum kita kenal dan bahkan bisa nyiptain pulau baru setelah meletus!
Sama kayak gunung berapi di darat, gunung berapi bawah laut juga bisa nyebabin gempa bumi dan tsunami, yang kadang dampaknya ngeri banget.
Ingat tahun 2022? Letusan gunung berapi Hunga-Tonga Hunga-Ha’apai di Tonga nyebabin tsunami di Samudra Pasifik. Gelombangnya nyampe Australia, Selandia Baru, Jepang, bahkan pantai barat Amerika Utara dan Selatan! Tiga orang meninggal, ratusan rumah rusak, dan Tonga keisolasi dari dunia selama lima minggu gara-gara kabel internet bawah laut putus. Kebayang kan?!
Di Mana Sih Lokasi Mereka?
Kebanyakan gunung berapi bawah laut terbentuk pas lempeng tektonik besar (yang ngebentuk lapisan luar Bumi) pisah atau gesekan. Ini yang bikin magma bisa naik dari dalam kerak bumi.
Lempeng tektonik ini nyelimutin seluruh dunia, jadi gunung berapi bawah laut bisa ditemuin hampir di semua bagian dunia! Mulai dari Samudra Atlantik dan Pasifik sampe Laut Mediterania. Kadang, ada juga gumpalan panas yang naik ke atas di tengah lempeng tektonik dan ngebentuk gunung berapi.
Letusan yang Beda Banget
Dr. Isobel Yeo, seorang vulkanolog kelautan di National Oceanography Centre (NOC) Inggris, bilang kalo pertemuan magma sama air laut bikin letusan gunung berapi laut beda sama yang di darat.
“Bayangin, kalo kita nyiram air ke wajan panas. Pasti langsung jadi uap, kan? Nah, reaksinya mirip kayak gitu di sistem vulkanik dangkal,” jelasnya. Ini biasanya terjadi di gunung berapi yang kedalamannya cuma beberapa ratus meter di bawah air.
Kalo gunung berapinya lebih dalem, gak ada reaksi ledakan karena tekanan airnya kuat banget. Magma tetep keluar, tapi langsung dingin dengan cepet. Jumlah gas di dalam magma juga ngaruh banget sama kekuatan letusan. Makin banyak gasnya, makin dahsyat ledakannya!
Seberapa Sering Mereka Meletus?
Jujur, susah banget ngitung jumlah pasti gunung berapi bawah laut dan frekuensi letusannya. Kata Dr. Yeo, soalnya kebanyakan gunung jarang dipantau. Mahal banget! Kita butuh teknologi canggih, kapal selam, kapal khusus, dan ilmuwan yang berani kerja di tempat terpencil.
Beberapa ilmuwan percaya ada ribuan gunung berapi bawah laut di seluruh dunia. Bahkan, ada yang memperkirakan jumlahnya bisa sampe satu juta! Banyak juga yang yakin kalo jumlah gunung berapi dan letusannya lebih banyak di bawah air daripada di darat. Soalnya, 70% permukaan Bumi ketutupan air, bro!
“Cuma ada beberapa tempat di dunia yang punya data lengkap tentang sistem ini,” kata Profesor Deb Kelley, ahli geologi kelautan dari University of Washington di AS.
Pulau Mana Aja yang Asalnya dari Gunung Api?
Tau gak sih? Beberapa pulau di dunia itu asalnya dari aktivitas vulkanik! Contohnya, Kepulauan Hawaii. Para ahli bilang, pulau-pulau vulkanik ini mulai terbentuk sekitar 70 juta tahun yang lalu! Magma dari bawah laut terus naik dan muncul ke permukaan laut, sampe akhirnya jadi pulau.
Letusan dahsyat di masa lalu juga yang ngebentuk pulau Santorini di Laut Aegea sekitar tahun 1630 SM. Keren! Tempat lain yang terbentuk dari aktivitas vulkanik termasuk Islandia.
“Kalo kita pergi ke suatu tempat dan pasirnya hitam, kemungkinan besar itu vulkanik,” kata Dr. Yeo. Gunung berapi bawah laut juga sering “ngangkat” daratan baru. Contohnya, tahun 2023, letusan gunung berapi bawah laut nyiptain pulau baru di lepas pantai Pulau Iwoto, deket Jepang. Tapi, kadang pulau-pulau baru ini juga bisa terkikis dan ilang lagi di bawah air.
“Kita mungkin bakal ngeliat lebih banyak pulau terbentuk, tapi kita juga mungkin bakal ngeliat pulau-pulau ilang,” kata Dr. Yeo.
Lebih dari Sekadar Gunung Berapi
Profesor Kelley negasin kalo mantau gunung berapi bawah laut itu penting buat lebih memahami ekosistem laut.
“Mereka [gunung berapi] itu kayak oasis di dasar laut. Mereka punya komunitas biologis yang luar biasa! Saking banyaknya hewan di situ, bebatuan aja sampe gak keliatan!” tambahnya.
Informasi tentang lingkungan kayak gini bisa bantu kita bikin keputusan yang tepat tentang aktivitas kayak penambangan laut dalam.
“Kita bener-bener pengen tau jenis organisme apa yang hidup di situ, gimana dampaknya ke bagian laut lainnya, berapa lama mereka bisa bertahan. Kita butuh informasi itu sebelum penambangan,” jelasnya.
Jadi, Kita Harus Khawatir Gak Nih?
Dr. Yeo negasin kalo semua gunung berapi, baik di darat maupun di bawah air, bisa jadi ancaman.
“Menurutku, kita gak perlu lebih khawatir tentang gunung berapi bawah laut daripada jenis gunung berapi lainnya,” katanya. “Tapi, menurutku kita harus mantau gunung-gunung ini pada tingkat yang sama, yang sayangnya belum kita lakuin.”
Bulan April lalu, turis dan penduduk dievakuasi pas gunung berapi daratan meletus di Islandia.
“Seharusnya itu juga mungkin dilakuin buat gunung berapi bawah laut,” tambah Dr. Yeo. Dia ngejelasin kalo mantau gunung berapi bawah laut itu penting karena bahayanya gak cuma dari letusan. Bagian-bagian gunung berapi juga bisa patah di bawah air dan nyebabin tsunami!
Gimana Nasib Axial Seamount?
Profesor Kelley ikut mantau Axial Seamount, yang dasarnya sekitar 2.600 m di bawah Samudra Pasifik. Gunung berapi itu dipantau pake kabel sepanjang hampir 500 km yang nyambung dari pantai sampe gunung berapi itu sendiri!
Dari data yang ada, ilmuwan ngedeteksi kalo gunung berapi itu memanas dan udah ngelampaui titik inflasi letusan sebelumnya. Ini berarti gunung itu mungkin bakal meletus dalam setahun ke depan! Tapi, dampaknya kayaknya gak bakal kerasa di darat karena beberapa alasan, termasuk tekanan air laut.
Dia bilang kalo teknologi baru bakal memungkinkan kita buat mantau sistem vulkanik bawah laut dengan lebih baik di masa depan. “Ini adalah bagian yang sangat penting dari planet kita, udah sepantasnya kita tau lebih banyak soal itu,” tambahnya.
Intinya, gunung berapi bawah laut itu misterius dan punya potensi bahaya yang nyata. Kita gak perlu panik, tapi kita juga gak boleh nganggap remeh. Pantau terus informasi terbaru dan selalu siap siaga!
Gimana menurut kalian? Apakah kalian khawatir dengan potensi letusan gunung berapi bawah laut? Share pendapat kalian di kolom komentar dan jangan lupa share artikel ini ke teman-teman kalian biar makin banyak yang aware!









Leave a Comment