Gempa Maluku Hari Ini: Magnitudo 3,2 Terasa? Cek Info BMKG Sekarang!

Admin Utama

June 23, 2025

4
Min Read

Sains Indonesia – Pagi hari yang seharusnya tenang di Provinsi Maluku mendadak dikejutkan oleh guncangan bumi! Pada Senin, 23 Juni 2025 pukul 05.35 WIB, warga Provinsi Maluku merasakan gempa berkekuatan magnitudo 3,2. Apakah ini pertanda bahaya atau sekadar getaran biasa?

Menurut laporan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dirilis melalui akun X resminya (@infoBMKG), pusat gempa ini terlacak di barat daya, tepatnya 14 kilometer dari Kabupaten Seram Bagian Timur. Guncangan ini diperkirakan terjadi pada kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan bumi.

Kabar baiknya, gempa Maluku dengan magnitudo 3,2 ini tidak memicu tsunami. Meskipun demikian, BMKG mengingatkan bahwa informasi awal ini diutamakan untuk kecepatan dan hasil pengolahan data masih bersifat sementara, sehingga bisa saja ada penyesuaian seiring kelengkapan data yang masuk.

Istilah dalam Gempa Bumi

Membahas gempa bumi, seringkali kita mendengar istilah seperti “magnitudo” dan “skala MMI”. Sebenarnya apa sih artinya? Mari kita pahami bersama agar tidak salah kaprah!

Sebagai informasi, magnitudo gempa bumi adalah ukuran besarnya energi yang dilepaskan saat terjadi guncangan gempa. Ini diukur menggunakan skala Richter atau skala magnitudo momen. Skala Richter umumnya berkisar dari 1 hingga 10, sedangkan skala magnitudo momen bisa saja memiliki nilai yang lebih besar dari 10.

Lalu, seberapa besar sih dampaknya berdasarkan angka magnitudo? Ini dia penjelasannya:

  • Magnitudo 2,5 – 5,4: Sering dirasakan, namun biasanya hanya menyebabkan kerusakan kecil yang tidak signifikan.
  • Magnitudo 6,1 – 6,9: Hati-hati! Ini bisa menyebabkan banyak kerusakan serius terutama di area padat penduduk.
  • Magnitudo 7,0 – 7,9: Termasuk gempa bumi besar yang bisa menimbulkan kerusakan serius di mana-mana.
  • Magnitudo 8,0 atau lebih besar: Ini dia “gempa hebat”! Dampaknya bisa menghancurkan komunitas di dekat pusat gempa.
  • Magnitudo 10 atau lebih besar: Secara geologis, gempa bumi sebesar ini dianggap tidak mungkin terjadi, meskipun secara teori bisa saja.

Selain magnitudo, ada juga Skala MMI atau Modified Mercalli Intensity. Berbeda dengan magnitudo yang mengukur energi, Skala MMI justru fokus pada intensitas kekuatan gempa yang dirasakan dan seberapa besar kerusakan yang ditimbulkan pada suatu lokasi. Jadi, ini lebih tentang ‘rasa’ dan ‘dampak’ di permukaan.

Skala MMI dibagi menjadi 12 tingkatan, masing-masing menggambarkan dampak gempa yang berbeda, dari getaran tak terasa hingga kerusakan yang sangat parah. Berikut adalah detail tingkatannya:

  • I (Tidak Dirasakan): Hampir tidak dirasakan oleh siapa pun, kecuali dalam kondisi yang sangat tenang.
  • II (Dirasakan Lemah): Beberapa orang di dalam rumah mungkin merasakannya, benda-benda ringan mulai bergoyang sedikit.
  • III (Dirasakan Nyata): Jelas terasa di dalam rumah, benda-benda yang digantung mulai bergoyang dengan nyata.
  • IV (Dirasakan Sedang): Banyak orang di dalam rumah merasakannya, jendela dan pintu bergoyang, benda-benda yang tidak terikat bisa bergerak.
  • V (Dirasakan Kuat): Semua orang di dalam rumah merasakan guncangan gempa, benda-benda jatuh, kaca bisa pecah.
  • VI (Dirasakan Sangat Kuat): Semua orang panik dan merasakan gempa, bangunan mulai mengalami kerusakan ringan, seperti retakan pada dinding.
  • VII (Kerusakan Ringan): Kerusakan pada bangunan semakin parah, dinding retak parah, beberapa bagian bangunan bisa runtuh.
  • VIII (Kerusakan Sedang): Bangunan rusak berat, sebagian besar bahkan bisa runtuh, infrastruktur seperti jalan dan jembatan juga mengalami kerusakan.
  • IX (Kerusakan Parah): Bangunan hancur total, infrastruktur rusak parah, sayangnya banyak korban jiwa bisa berjatuhan.
  • X (Kerusakan Sangat Parah): Bangunan rusak sangat parah atau bahkan rata dengan tanah, kerusakan pada semua infrastruktur sangat ekstrem.
  • XI (Kerusakan Ekstrem): Bangunan hancur total tak bersisa, tidak ada bangunan yang utuh berdiri, kerusakan parah melanda semua infrastruktur.
  • XII (Kerusakan Total): Ini adalah kehancuran total! Semua bangunan rata dengan tanah, tidak ada tanda-tanda kehidupan yang tersisa.

Meski gempa Maluku kali ini tergolong kecil dan tidak memicu tsunami, memahami berbagai istilah dan skala gempa bumi sangat penting untuk kesiapsiagaan kita. Dengan begitu, kita bisa lebih tenang dan tahu apa yang harus dilakukan saat guncangan gempa datang.

Bagaimana menurut Anda? Apakah informasi ini membantu Anda memahami lebih jauh tentang gempa bumi? Jangan ragu bagikan artikel ini agar lebih banyak orang tahu dan makin waspada!

Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram

Leave a Comment

Related Post