Sains Indonesia – Jakarta – Gawat! Kabar buruk datang dari dunia kerja. Survei Bank Indonesia (BI) Mei 2025 bikin kita merinding: Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja jeblok ke zona pesimis, cuma 95,7! Padahal, bulan April masih oke di angka 101,6. Ada apa ini?
Ekonom senior Bright Institute, Awalil Rizky, langsung angkat bicara. “Ini nilai terendah dan pertama kalinya kita masuk zona pesimis dalam 3 tahun terakhir!” tegasnya dalam keterangan tertulis (15 Juni 2025). Seriusan ini bikin khawatir!
Grafik survei BI memang ngeri. Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja udah nggak pernah sentuh angka 100 sejak Januari 2023. Tapi, dari Desember 2024, trennya makin parah, terus menurun. Kalau dilihat dari pendidikannya, yang paling ngenes lulusan SMA, cuma 92,0. Disusul lulusan akademi/diploma dengan 95,8. Nah, yang sarjana dan pascasarjana masih lumayan, di zona optimis: 101,0 dan 105,8.
Tapi, ada secercah harapan? Survei BI juga intip ekspektasi masyarakat soal lapangan kerja 6 bulan ke depan. Indeksnya lumayan, 123,8. Kata Awalil, “Meski banyak yang lihat peluang kerja, tapi keyakinannya lebih rendah dari survei sebelumnya.” Jadi, optimis tapi was-was gitu, deh!
Efek domino dari jebloknya Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja ini bikin Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Mei 2025 ikutan nyungsep ke 117,5. Padahal April masih di 121,7. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, coba nenangin. Katanya, keyakinan konsumen masih oke, ditopang Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).
IKE dan IEK masing-masing nyatet angka 106,0 dan 129,0. “Memang lebih rendah dari bulan sebelumnya yang catat 113,7 dan 129,8,” jelas Denny (12 Juni 2025).
Intinya, data ini jadi alarm buat kita semua. Pemerintah, pengusaha, dan kita sebagai masyarakat perlu mikir keras, cari solusi biar lapangan kerja nggak makin seret. Masa depan generasi muda ada di tangan kita!
Gimana menurut kamu? Apakah kamu merasakan dampaknya? Atau punya ide solusi? Yuk, share pendapatmu di kolom komentar!









Leave a Comment