
Perang Iran-Israel Bikin Dompet Menjerit? Anwar Ibrahim Ungkap Ancaman Krisis Energi Global!
Ketegangan geopolitik global lagi panas-panasnya! Konflik Iran dan Israel yang makin menjadi-jadi bukan cuma soal politik, tapi juga bisa bikin harga energi dan barang-barang kebutuhan sehari-hari melonjak drastis. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, bahkan sampai angkat bicara soal potensi ancaman rantai pasok energi dunia, khususnya di Asia. Siap-siap dompet makin tipis?
Anwar Ibrahim menekankan bahwa sektor energi dan iklim adalah dua bidang yang paling rentan di tengah situasi krisis global saat ini. Alih-alih kerjasama, negara-negara justru makin terpecah belah karena persaingan dan kebijakan proteksionisme. Waduh, dampaknya bisa kemana-mana nih!
“Keamanan energi belum bisa diakses oleh semua pihak. Ketegangan yang terjadi antara Iran dan Israel memperburuk kondisi global yang sudah sangat rapuh,” ujar Anwar dalam acara Energy Asia 2025 di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia, Senin (16/6).
Di tengah kekacauan ini, Anwar Ibrahim menyerukan agar negara-negara di Asia segera merancang kerangka pendanaan yang kuat untuk menarik investasi besar-besaran di sektor energi terbarukan. Ironisnya, Asia Tenggara yang kaya akan sumber energi terbarukan seperti panas bumi, angin, matahari, dan air, hanya menerima dua persen dari total investasi energi bersih global pada tahun 2023. Ini namanya sudah jatuh tertimpa tangga!
“Transisi energi global harus adil. Jangan sampai kebutuhan masyarakat miskin dan rentan diabaikan,” tegasnya.

Anwar menambahkan bahwa ASEAN sedang ngebut mempercepat proyek ASEAN Power Grid (APG) untuk memperkuat integrasi energi di kawasan. Ia juga menekankan pentingnya kombinasi energi terbarukan dan minyak serta gas rendah emisi. Tujuannya? Supaya semua orang tetap bisa mengakses energi dengan harga terjangkau dan berkelanjutan di tengah ketidakpastian global.
Selain itu, Anwar juga mengingatkan bahwa peningkatan efisiensi dan penurunan emisi dari sistem energi yang ada harus tetap jadi prioritas utama. Meskipun saat ini bahan bakar fosil masih mendominasi hampir 80 persen pasokan energi global, kita tetap harus berupaya mengurangi dampaknya pada lingkungan.
Sekali lagi, Anwar Ibrahim menegaskan bahwa transisi energi global harus berlandaskan keadilan. Strategi dekarbonisasi yang mengabaikan kebutuhan masyarakat miskin dan rentan justru akan memperparah ketimpangan.
“Memastikan akses yang merata terhadap energi yang terjangkau dan andal bukan hanya keharusan moral, tapi juga fondasi dari transisi energi yang adil,” tegasnya.
Mengutip Reuters, harga minyak dunia kembali meroket setelah serangan terbaru antara Israel dan Iran. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa konflik bisa meluas dan mengganggu ekspor minyak dari Timur Tengah.
Harga minyak mentah Brent naik USD 1,12 atau 1,5 persen menjadi USD 75,35 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik USD 1,10 atau 1,5 persen menjadi USD 74,08 per barel.
Intinya: Konflik Iran-Israel bukan cuma masalah politik, tapi juga bisa bikin harga energi naik dan membebani masyarakat. Anwar Ibrahim menyerukan transisi energi yang adil dan investasi besar-besaran di energi terbarukan.
Sekarang giliran kamu! Apa pendapatmu tentang ancaman krisis energi ini? Bagaimana kita bisa memastikan transisi energi yang adil dan berkelanjutan? Share pendapatmu di kolom komentar dan jangan lupa bagikan artikel ini ke teman-temanmu!









Leave a Comment