Sains Indonesia – Gawat! Ekonomi Dunia Terancam, Kemenkeu Siapkan 5 Jurus Pamungkas!
Jakarta – Ketegangan geopolitik global dan perang dagang semakin membara. Dampaknya? Stabilitas ekonomi dunia terancam! Indonesia pun tak tinggal diam. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) gercep menyiapkan lima jurus andalan untuk memperkuat sistem pajak serta bea dan cukai nasional. Langkah ini diambil untuk melindungi ekonomi Indonesia dari gempuran badai ekonomi global.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anggito Abimanyu mengungkapkan strategi super penting ini. Jurus pertama adalah program joint pertukaran data lintas institusi. Bayangkan, Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai, serta kementerian/lembaga (K/L) lainnya bersatu padu bertukar informasi seputar ekonomi dan investasi.
“Kami punya ide untuk mengintegrasikan semua informasi. Dengan begitu, kita bisa melihat dengan jelas di mana letak transaksi. Tujuannya? Memberikan kebijakan pajak yang adil dan transparan,” tegas Anggito dalam keterangan tertulis, Rabu, 16 Juli 2025. Keren, kan?
Tapi, itu belum semua! Jurus kedua adalah memperketat pengawasan transaksi digital, baik di dalam maupun luar negeri. Di era serba digital ini, pengawasan ketat sangat diperlukan.
Kemudian, jurus ketiga adalah penyesuaian tarif bea masuk dan perluasan cukai. Tujuannya jelas: mendukung hilirisasi industri, menjaga kesehatan masyarakat, dan melindungi lingkungan. Dengan kata lain, strategi ini adalah win-win solution untuk semua pihak.
“Dengan deglobalisasi dan proteksionisme, setiap negara wajib hukumnya memiliki perlindungan yang kuat. Itulah mengapa kami memperkenalkan berbagai solusi perdagangan dan hilirisasi industri. Kita bisa memanfaatkan berbagai instrumen pajak, bea, dan cukai untuk mencapai tujuan ekonomi yang beragam,” lanjut Anggito.
Selanjutnya, jurus keempat adalah mengoptimalkan penerimaan dari sumber daya alam (SDM). Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan tegas: pengusaha yang mengeruk SDA Indonesia wajib memberikan kontribusi yang signifikan bagi ekonomi nasional.
Terakhir, jurus kelima adalah mengembangkan sistem inti terpadu. Ini meliputi Sistem Inti Administrasi Perpajakan atau Coretax, Customs Excise Information System and Automation (CEISA), serta Sistem Informasi Mineral dan Batu Bara Antar-Kementerian/Lembaga (Simbara). Tujuannya? Meningkatkan transparansi dan kepatuhan.
“Ini semua demi meningkatkan kepatuhan, integrasi data, transparansi, dan memperkuat administrasi perpajakan dan bea cukai,” pungkas Anggito.
Dengan lima jurus pamungkas ini, Kemenkeu optimis Indonesia mampu menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.
Bagaimana menurutmu? Apakah strategi ini cukup ampuh untuk melindungi ekonomi Indonesia? Yuk, berikan pendapatmu di kolom komentar dan jangan lupa share artikel ini ke teman-temanmu!









Leave a Comment