Dominasi Mutlak Tuan Rumah di Final China Open 2025

Admin Utama

July 27, 2025

4
Min Read

Sains Indonesia – , Jakarta – China Open 2025 menyajikan sejarah baru. Sejumlah wakil tuan rumah mendominasi empat laga final turnamen BWF World Tour Super 1000 di nomor tunggal putra dan putri, ganda campuran, dan ganda putri. Hanya pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian / Muhammad Shohibul Fikri, yang menggagalkan dominasi China di nomor ganda putra.

Pasangan ganda putra andalan Liang Wei Keng / Wang Cheng kalah dari Fajar dan Fikri. Pasangan ganda campuran Guo Xin Wa / Chen Fang Hui juga tersingkir setelah kalah bersaing dari pasangan nomor satu dunia Feng Yan Zhe / Huang Dong Pin). Mereka adalah dua pasangan China yang absen di laga final.

Penonton yang memadati stadion dan rentetan kemenangan beruntun membuktikan bahwa kombinasi China hampir mustahil dilawan oleh para rival di bulu tangkis dunia. Begitu rentetan kemenangan dimulai, hampir dapat dipastikan bahwa kemenangan itu akan berlanjut. Wakil China di nomor tunggal putra, Wang Zheng Xing, bahkan, berhasil membuat kejutan dengan meraih kemenangan mudah atas wakil Denmark, Anders Antonsen.

Bermain dengan kecepatan dan akurasi yang luar biasa, Wang terlalu tangguh bagi pemain nomor tiga dunia itu. Wang menang dengan skor 21-18 21-15. “Kecepatan selalu menjadi salah satu kekuatan saya. Turnamen ini tidak mudah, tetapi pengalaman-pengalaman ini telah membangun kepercayaan diri saya, itulah sebabnya saya bisa bermain lebih cepat dan melakukan pukulan yang lebih menentukan hari ini,” ujarnya.

Ada sedikit peluang bagi Akane Yamaguchi untuk merusak pesta kemenangan China. Wang Zhi Yi, yang berjuang melawan flu hampir sepanjang minggu dan masih sedikit kurang sehat terlihat paling rentan. Upaya Yamaguchi di game pembuka untuk memimpin 17-14 semakin menunjukkan bahwa hal ini mungkin saja terjadi.

Namun, Wang Zhi Yi, 25 tahun, berhasil memanfaatkan momentum di kandang sendiri. Ia mampu menjadi wakil China di final tunggal putri dengan meraih kemenangan straight game. “Saya sebenarnya sangat bersemangat karena minggu ini cukup berat bagi saya. Memenangkan pertandingan yang sulit hari ini, emosi saya akhirnya tersalurkan,” ujar Zhi Yi, dikutip dari situs BWF.

Zhi Yi bertekad untuk menghentikan tren kekalahan pada tiga final turnamen Super 1000. “Kuncinya bagi saya adalah tetap fokus di setiap pertandingan. Tidak ada atlet yang melangkah ke lapangan dengan keinginan untuk kalah. Bagi saya, yang terpenting adalah melakukan yang terbaik,” ucap dia.

Pemain nomor satu dunia asal Korea dan juara Olimpiade, An Se Young, yang mengalahkan Zhi Yi di ketiga final tersebut, berusaha menjadi pemain pertama yang memenangkan keempat gelar Super 1000 dalam satu musim di HSBC BWF World Tour. Namun, Han Yue mencegahnya. Ia momentum, atmosfer pertandingan, antusiasme penonton, dan cedera lutut An Se Young untuk mengamankan final keempat antarpemain China di Changzhou.

Mungkin hasilnya tidak sesuai harapannya. An mengundurkan diri saat skor 21-19 11-6. “Saya merasakan ketidaknyamanan di lutut saya saat mempersiapkan pertandingan ini. Saya tidak bisa benar-benar fokus selama pertandingan karena cedera saya. Saya benar-benar tidak ingin menunjukkan sisi diri saya yang ini di lapangan. Cedera ini bukanlah sesuatu yang saya inginkan. Jadi, tentu saja saya kecewa,” ujar An Se Young.

Ia pun bicara soal kegagalannya mencetak sejarah. “Ya, saya sangat kecewa, tetapi cedera ini memang tidak bisa dihindari. Meskipun saya sangat ingin mencapai rekor ini, tubuh saya tidak mampu. Saya tidak bisa tidak sabar. Saya akan mendapatkan kesempatan ini lagi di masa mendatang,” ucap dia lagi.

Di luar dominasi China, pasangan Indonesia Fajar dan Fikri kembali mendominasi. Duet baru ini bisa menjadi kekuatan baru di ganda putra bulu tangkis dunia. “Hari ini kami menerapkan permainan cepat dan mengendalikan permainan di lapangan depan. Kami juga bermain dengan santai, bermain dengan nyaman. Tidak mudah bagi kami, karena selain menghadapi Liang/Wang, kami juga harus bermain melawan stadion dengan pendukung tim tuan rumah yang sangat antusias. Kami berusaha untuk rileks dan fokus,” kata Fajar.

Muhammad Shohibul Fikri menambahkan bahwa mencapai final Super 1000 adalah capaian yang sangat berarti. “Sudah lama sekali sejak Fajar dan saya tidak naik podium, apalagi di level ini. Semoga besok kami bisa juara,” ujar dia. Fajar / Fikri akan berhadapan dengan Aaron Chia/Soh Wooi Yik di final China Open 2025. Pasangan Malaysia itu mengalahkan wakil India Satwiksairaj Rankireddy dan Chirag Shetty.

Jadwal Final China Open 2025

XD: Feng Yan Zhe / Huang Dong Ping vs Jiang Zhen Bang / Wei Ya Xin

WD: Liu Sheng Shu / Tan Ning vs Jia Yi Fan / Zhang Shu Xian

MS: Shi Yu Qi vs Wang Zheng Xing

WS: Han Yue vs Wang Zhi Yi

MD: Fajar Alfian / Muhammad Shohibul FIkri vs Aaron Chia / Soh Wooi Yik

Pilihan Editor: Mengapa Rencana Transfer Viktor Gyokeres ke Arsenal Begitu Lama

Leave a Comment

Related Post