CEO GoTo Terseret Kasus Chromebook? Fakta Baru Terungkap!

Admin Utama

July 14, 2025

3
Min Read

Sains Indonesia, Jakarta – Geger! Mantan Bos Gojek Diperiksa Kejagung, Ada Apa dengan Pengadaan Chromebook Era Nadiem?

Kejaksaan Agung lagi gencar nih! Kali ini giliran mantan Direktur PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek), Andre Soelistyo, yang diperiksa. Usut punya usut, pemeriksaan ini terkait kasus pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Kira-kira apa ya yang bikin Kejagung sampai turun tangan?

“Iya Direktur PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) diperiksa hari ini,” tegas Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Harli Siregar, pada Senin, 14 Juli 2025.

Pengadaan Chromebook ini memang jadi sorotan karena terjadi di era Nadiem Makarim menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Tepatnya, periode 2019-2023.

Buat yang belum tahu, Gojek dan Tokopedia kan udah merger tuh jadi GoTo pada 2021. Setelah merger, Andre sempat menjabat sebagai CEO GoTo. Setelah itu, dia jadi Komisaris GoTo, sebelum akhirnya mengundurkan diri pada Mei 2024.

Sebelum malang melintang di GoTo, Andre udah lama berkecimpung di Gojek. Dia menjabat sebagai presiden perusahaan pada 2015, dan sempat jadi Co-CEO Gojek dari 2019-2021.

Kantor GoTo Juga Sempat Digeledah!

Sebelum memeriksa Andre, penyidik kejaksaan juga udah menggeledah kantor GoTo di kawasan Iskandarsyah, Jakarta Selatan, pada 8 Juli 2025. Dari penggeledahan itu, kejaksaan menyita sejumlah dokumen, surat, dan bukti elektronik berupa flashdisk. Wah, kira-kira isinya apa ya?

Investasi Google dan Peran Nadiem Jadi Sorotan

Sumber terpercaya yang mengetahui penyidikan kasus ini menyebutkan, kejaksaan lagi menelusuri kemungkinan adanya investasi Google ke Gojek yang berkaitan dengan dipilihnya Chromebook sebagai barang pengadaan. Apalagi, Nadiem Makarim kan pendiri Gojek, jadi makin menarik nih!

Diduga, ada pengubahan kajian yang menyebabkan Chromebook dipilih sebagai pengadaan untuk program digitalisasi Kemendikbudristek. Padahal, kajian awal pada April 2020 lebih mengunggulkan Windows karena sistem operasi tersebut dianggap tidak bergantung pada jaringan internet.

Tapi, kok bisa ya kajian review pada Juni 2020 malah mengunggulkan Chromebook? Akhirnya, diputuskanlah pengadaan Chromebook dengan biaya fantastis mencapai Rp 9,9 triliun, yang mana Rp 6,3 triliun berasal dari dana alokasi khusus. Gokil!

Pihak Google sendiri juga udah diperiksa dalam kasus ini. Marketing Google, Ganis Samoedra Murharyono, juga ikut dimintai keterangan.

Apa Sebenarnya yang Terjadi?

Kasus ini masih terus bergulir dan menyimpan banyak pertanyaan. Apakah adaConflict of interest mengingat Nadiem Makarim adalah pendiri Gojek? Apakah ada permainan dalam proses pengadaan Chromebook ini? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya!

Ini bukan sekadar kasus pengadaan barang, tapi juga menyangkut nama besar perusahaan teknologi dan tokoh penting di dunia pendidikan. Pantas saja, kasus ini menjadi perhatian banyak pihak.

Gimana menurut kamu soal kasus ini? Apakah ada yang janggal? Yuk, berikan pendapatmu di kolom komentar dan jangan lupa share artikel ini ke teman-temanmu!

Leave a Comment

Related Post