Bonus Persib Rp 1 Miliar Raib? Bos Persib Ungkap Fakta Mengejutkan!

Admin Utama

June 30, 2025

3
Min Read

jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG

GEMPAR! Bonus Juara Persib Bandung Senilai Miliaran Rupiah Ditolak Mentah-Mentah! Ada Apa di Balik Janji Manis Pemprov Jabar? Kabar mengejutkan datang dari markas Persib Bandung. Setelah berjuang habis-habisan meraih gelar juara Liga 1 back-to-back, tim kebanggaan Jawa Barat ini justru menolak mentah-mentah bonus yang dijanjikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Janji manis Gubernur Dedi Mulyadi senilai Rp2 miliar kini berubah menjadi polemik panas, dan kecurigaan pun mulai menyeruak!

Semula, janji bonus fantastis Rp2 miliar itu diberikan sebagai apresiasi atas prestasi gemilang Maung Bandung. Separuh dari jumlah itu, yakni Rp1 miliar, sudah cair langsung dari kantong pribadi Dedi Mulyadi, dan ini tidak dipermasalahkan oleh klub. Namun, sisa Rp1 miliar yang diinstruksikan untuk dikumpulkan dari urunan para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Jabar, justru menjadi pangkal masalah. Angka yang terkumpul dari urunan ASN itu hanya Rp365 juta. Jauh, sangat jauh dari target yang dijanjikan!

Melihat nominal yang tak sesuai ekspektasi, bahkan bisa dibilang mengecewakan, Persib tanpa ragu mengambil keputusan tegas: menolak dan mengembalikan uang bonus yang sudah sempat diberikan kepada para pemain. “Saya pertegas ya, dari ASN belum diterima. Kalau yang 1 miliar dari KDM itu kan pribadi dari gubernur, tidak ada masalah kalau itu,” tegas Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, saat ditemui di sela-sela sesi latihan tim di Stadion GBLA, Senin (30/6/2025).

Menurut Umuh Muchtar, keputusan menolak bonus dari ASN Pemprov Jabar ini punya alasan kuat. Salah satunya, tidak adanya transparansi atau catatan yang jelas dalam proses urunan yang diinstruksikan oleh gubernur. Klub juga tidak mau merasa terbebani dengan janji bonus Rp1 miliar yang ternyata tak kunjung terpenuhi secara transparan.

Kecurigaan Umuh tak berhenti sampai di situ. Ia bahkan terang-terangan menaruh curiga pada sosok Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman. Menurutnya, Herman terlalu menggebu-gebu dalam menyampaikan janjinya. “Bukan tidak mungkin,” kata Umuh, “uang bonus hasil urunan ASN itu sudah terkumpul Rp1 miliar, tetapi dana yang disalurkan kepada klub tidak sesuai.” Sebuah dugaan serius yang bisa mengguncang birokrasi! “Saya curiga jangan-jangan dari ASN sudah Rp1 miliar, terus diberikan Rp350 juta, itu kecurigaan saya,” ungkapnya, menegaskan keputusannya untuk tidak menerima dan mengembalikan dana tersebut.

Umuh menekankan bahwa transparansi uang urunan dari ASN harus jelas dan rinci. Saat menyerahkan kepada tim pun, Pemprov harus melampirkan rincian dana yang diterima. Ini penting untuk menghindari konflik di kemudian hari. “Harus jelas, sekarang dia tidak berani memberi rincian. Kalau memberi rincian semua, percaya siapa saja yang menyumbang itu. Harus ada rincian uang dari si A si B, siapa tahu sudah 1 miliar sama sekda diotak-atik lagi, maaf saudara sekda,” tandasnya, memberikan sorotan tajam pada isu transparansi dana publik.

Polemik bonus ini bukan hanya sekadar angka, tapi juga tentang janji, transparansi, dan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Penolakan Persib Bandung adalah bukti bahwa integritas dan komitmen jauh lebih berharga daripada sekadar uang. Ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak yang berjanji, terutama jika menyangkut kebanggaan dan harapan banyak orang. Bagaimana menurut Anda, apakah keputusan Persib sudah tepat? Bagikan pendapat Anda dan sebarkan berita penting ini agar semakin banyak yang tahu tentang perjuangan Maung Bandung di luar lapangan hijau!

Leave a Comment

Related Post